Waduh,…Fisik Proyek Jalan Bealaing-Mukun-Mbazang Hanya 50%, Tapi Uang Cair Rp 10,7 M

  • Bagikan

Pada kesempatan itu, Kowappem menyerahkan Laporan Nomor : 01/LKKN/I/2020, Perihal : Laporan Dugaan KKN yang ditujukan kepada Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Salah satu proyek yang dilaporkan Kowappem ke Kejati NTT adalah Proyek Jalan Provinsi, ruas Bealaing-Mukun-Mbazang dengan nilai lebih dari Rp 14,1 M.

Kowappem NTT membeberkan, berdasarkan Investigasi Lapangan tim wartawan (7 – 17 Januari 2020) ke beberapa lokasi proyek di daratan Flores ditemukan fakta-fakta lapangan yang perlu diselidiki lebih lanjut oleh Kejati NTT, antara lain :

Swipe up untuk membaca artikel

1. Pada Proyek Peningkatan Jalan Propinsi, ruas Bealaing-Mukun-Mbazang Rp 14,1 M, kami menemukan fakta sebagai berikut :

• Pekerjaan belum diselesaikan. Realiasi fisik sekitar 50 persen. Item pekerjaan hotmix 2 km belum dikerjakan sama sekali. Item pekerjaan pelebaran dan perkerasan jalan 10 km, baru direalisasikan sekitar 5 km.

• Agregat yang digunakan untuk pondasi jalan hotmix menggunakan kerikil kali/bulat bercampur pasir dan lumpur. Padahal sesuai kontrak harus menggunakan agregat B.

Baca Juga :  Finalis Miss Indonesia 2020 Asal NTT, Nadia Riwu Kaho Minta Dukungan Masyarakat NTT

• Drainase yang telah dikerjakan telah rusak, diduga dikerjakan tak sesuai spek.

• Diduga realisasi keuangan per 31 Desember 2019 sudah melebihi realisasi fisik proyek. Padahal sesuai PMK 243 Tahun 2015, realisasi keuangan hingga akhir tahun harus sesuai progres fisik proyek.

2. Pada Proyek Peningkatan Jalan Nasional (Trans Flores), ruas Gako-Aegela dengan nilai sekitar Rp 18 Milyar, kami menemukan fakta sebagai berikut :

  • Bagikan