Diduga Ada Kecurangan, Masyarakat Desa Teun Tolak Hasil Pilkades


  • Bagikan

BELU, KoranTimor.com – Diduga ada kecurangan dalam Pilkades Teun, sejumlah masyarakat mengadakan protes ke Kantor DPMD Kabupaten Belu, Rabu (23/10/2019).

Kedatangan puluhan masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu itu dengan membawa surat pengaduan dan tuntutan serta sejumlah bukti yang menguatkan gugatan mereka.

Swipe up untuk membaca artikel

Seperti tertera dalam surat pengaduan tersebut, dijelaskan bahwa ditemukan pemilih yang memilih di dua desa yang berbeda atas nama Putriani Noni Buik. Putriani sendiri terdaftar pada dua Desa yaitu, Desa Teun dan Desa Dubesi.

Panitia pemilihan kepala desa Teun memberikan berita acara penghitungan suara kepada para saksi calon untuk ditandatangani sebelum saksi calon menandatangani C Plano. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengrusakan C Plano oleh Wakil Ketua Panitia Stefanus Yan Atok yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Teun. Pengrusakan C Palno itu dilakukan karena Yan atok tidak setuju dengan keputusan ketua Panitia terkait dengan sah tidaknya sebuah surat suara.

Baca Juga :  Demokrat Nilai Gerombolan Moeldoko Gunakan Yusril Untuk Cari Pembenaran ke Mahkamah Agung

Selain itu, Terdapat dua orang pemilih yang masih di bawah umur atas nama Vinsensius Bau (15) dan Oktovianus Moruk Mau (12).

Ketua Panitia juga merangkap sebagai ketua PPS di TPS 2.

Selian itu, ada beberapa pengaduan lain lagi seperti jumlah surat suara yang tidak sah mencapai 171 surat suara.

Karena itu, masyarakat Desa Teun menuntut pihak Pemerintah Kabupaten Belu untuk segera melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkades Teun. Masyarakat juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belu untuk segera mengadakan pergantian seluruh panitia untuk diadakannya PSU Pilkades Teun.

  • Bagikan