Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Kinerja dan Konsumsi Energi AC Split Menggunakan Refrigeran Hidrokarbon

0 132

 

 

Posted by June 12, 2021

Oleh Wenseslaus Bunganaen, ST.,MT

 (Dosen pada Prodi Teknik Mesin -FST Undana) 

KORANTIMOR.COM – KUPANG – AC  (Air  Conditioner)  split sebagai  salah  satu tipe  pengkondisian  udara  telah memainkan  peran   penting   dalam kehidupan   sehari-hari   dan  telah   menjadi kebutuhan masyarakat baik itu untuk rumah tangga,  minimarket, perkantoran,  dan hotel  untuk  mengatur  temperatur,  kelembaban, kebersihan,  dan  pendistribusian udara segar guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang berada  di dalam ruangan. Hidrokarbon  yang  sering dipakai  sebagai  refrigeran  adalah jenis propana (R290),  isobutana (R600a),  dan n-butana (R600).

Walaupun hidrokarbon sangat mudah terbakar akan tetapi jenis refrigeran ini memiliki beberapa kelebihan  salah satu diantaranya, adalah  ramah  lingkungan.

Untuk mengetahui dan  membandingkan  kinerja  dan konsumsi  energi  secara teoritis dapat menggunakan  perangkat  lunak  CoolPack  versi1.50,  program   sirnulasi  ini  dapat  digunakan  untuk  merancang,  menentukan dimensi, menganalisis, dan mengoptimalkan sistem refrigerasi dan pengkondisian udara yang menggunakan  siklus kompresi uap.

Sejak  AC split  diluncurkan  pertama  kali,  refrigeran  yang  sangat  popular digunakan  di  Indonesia  adalah  R22  (HCFC-22).  Namun  berdasarkan  ketentuan dalam   konvensi    Vienna  dan   Protokol   Montreal   tentang   bahan-bahan    yang merusak  lapisan  ozon,  bahwa  negara  berkembang  wajib  melaksanakan penghapusan   penggunaan   Bahan  Perusak  Ozon  (BPO)  secara  bertahap  sampai batas waktu tertentu, maka Kementerian Perindustrian mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian  Republik  Indonesia Nomor: 41/M-IND/PER/5/2014 tentang Larangan   Penggunaan   Hydrochlorojlourocarbon  (HCFC)   di   Bidang Perindustrian,  yang  diundangkan  pada  tanggal  4 Juni  2014  [2].  Oleh karena  itu, refrigeran  dari golongan  hidrokarbon  seperti R290,  dan R600a  dewasa  ini mulai diusulkan menjadi pengganti  R22 untuk AC split.

Sebenarnya   Hidrokarbon   sebagai  refrigeran   sudah   dikenal   masyarakat sejak  1920  di  awal  teknologi  refrigerasi  bersama  fluida  kerja  natural  lainnya seperti ammonia, dan karbon  dioksida. Hidrokarbon  yang sering dipakai  sebagai refrigeran   adalah  propana   (R290),   isobutana   (R600a),   dan  n-butana   (R600). Meskipun   hidrokarbon   sangat   mudah   terbakar   tetapi   refrigeran   ini memiliki beberapa  kelebihan   seperti,  ramah  lingkungan  yang  ditunjukkan   dengan  nilai Ozan Depleting  Potential  (ODP) nol,  dan GWP yang dapat diabaikan,  sifat-sifat termofisika  dan karakteristik  perpindahan  kalor  yang baik,  kerapatan  fasa uap yang rendah, dan kelarutan yang baik dengan pelumas mineral

Kinerja  AC split bergantung  pada  beberapa  faktor,  diantaranya penggunaan  refrigeran,  dan  salah  satu  perangkat  lunak  yang  dapat mensimulasikan dengan baik kinerja teoritis dan konsumsi energi sistem pengkondisian udara yang menggunakan ramah lingkungan adalah Coolpack versi 1.50.   Perangkat   lunak   ini berisi   kumpulan   program   simulasi   yang   mudah digunakan  dan kuat  secara numerik.  Bersama mahasiswa Prodi Teknik Mesin Undana (Indra H. Syaifullah) dibawa  asuhan Dr. Matheus M. Dwinanto, ST.,MT sebagai nara sumber sekaligus pembimbing pertama dan Wenseslaus Bunganaen ST.,MT sebagai pembimbing ke dua  untuk melakukan penelitan  dalam menganalisis  kinerja dan  konsumsi  energi  AC  split yang  menggunakan  R290,  dan  R600a  dengan menggunakan perangkat lunak CoolPack versi 1.50,

 

Berdasarkan hasil  analisis  data dari CoolPack versi 1.50  dapat disirnpulkan  bahwa  kinerja AC split yang menggunakan  refrigeran  R22, R290, dan R600a pada dasarnya tidak rnerniliki perbedaan  yang signifikan  atau dapat dikatakan  memiliki kinerja  yang hampir sama dan konsumsi  energi per tahun AC split yang menggunakan  refrigeran  R22, R290, dan R600a juga tidak memiliki perbedaan  yang signifikan  atau dapat dikatakan  konsumsi  energinya hampir sama. Namun, R290, dan R600a lebih ramah lingkungan  dibandingkan dengan R22 maka pada masa-masa yang akan datang penggunaan  R290,  dan R600a lebih dianjurkan (wens)

 

 

Comments
Loading...