Sexisme Itu Pengingkaran Humanitas Perempuan


  • Bagikan
Fr. Ponsy Lg, CMF

Kupang – Koran Timor.Com – Seksisme Itu Pengingkaran Humanitas Perempuan.

Fr. Ponsy Lg, CMF

Seksisme
Secara umum seksisme bisa diartikan sebagai “diskriminasi terhadap perempuan atau laki-laki yang didasarkan pada jenis kelamin”[Nadiatus Salama]. Diskriminasi itu dibuat dengan alasan yang tak mendasar.

Swipe up untuk membaca artikel

Dalam masyarakat patriakal misalnya perempuan kerap menjadi korban seksisme tanpa alasan jelas.

Budaya patriakal mengutamakan laki-laki sambil mengesampingkan perempuan, walaupun kehadirannya di samping tak tergantikan. Akibatnya dalam masyarakat patriakal, dikala menjadi istri, perempuan tidak bergerak ketika dibentak; dimarah menyerah; dipukul pun terserah.

Diskriminasi terhadap perempuan menyata sepanjang sajarah. Di era Yunani kuno dikenal deipnon (perjamuan makan “malam”) dan symposion (pesta minum). Dalam kedua perjamuan itu perempuan hadir untuk memberi nuansa erotis-eksotis walaupun sebenarnya tidak etis.

Diskriminasi terhadap perempuan begitu kuat sampai turut mengkondisikan pola pikir para ahli. Misalnya antara lain Jean Jacques Rosseau yang menguak sentimen seksisme dengan mengatakan bahwa laki-laki itu rational sedangkan perempuan itu emosional semata.

Baca Juga :  Penyelidikan Terhadap PT. BCTC: Momentum Tepat Polda NTT Pidanakan Para Perusak Lingkungan

Kemudian Arthur Schopenhauer sang Filsuf Jerman tak kalah menganggap perempuan sebagai “mahluk bawaan,” [Budiman, 2013] semacam tahap menengah antara anak-anak dan laki-laki dewasa.

Jelaslah bahwa seksisme atau diskriminasi terhadap perempuan. Dalam wujudnya yang paling radikal, sikap diskriminatif ini berujung pada pengingkaran terhadap kemanusiaan perempuan. Sebagaimana disingkap dalam literasi klasik mulieres homines non esse atau women are not human [Theresa M. Kenney, 1998], perempuan bukanlah manusia.

  • Bagikan