Akhirnya Bantuan Sembako JPS Covid-19 Rp 105 M Dibatalkan Pemprov NTT


  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Proyek Pengadaan dan distribusi Sembako dari dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 senilai Rp 105 M yang akan dilaksanakan oleh ‘orang dekat’ alias kroni-kroni Gubernur NTT dengan ‘bendera’ PT Flobamor, akhirnya dibatalkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Seluruh dana itu akan disalurkan dalam bentuk uang tunai Rp 500 ribu untuk 210.000 kepala Keluraga (KK) di seluruh NTT.

Pembatalan pengadaan dan distribusi Sembako JPS Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ben Polo Maing dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD NTT yang membahas tentang Dana Covid-19 Rp 810 M.

Swipe up untuk membaca artikel

“Semula direncanakan alokasi bantuan JPS senilai Rp 500 ribu per KK. Dari nilai itu, sebesar Rp 150 ribu dalam bentuk uang tunai dan dalam bentuk natura (Sembako/bahan pangan, red) senilai Rp 350 ribu.  Namun kemudian, kami memutuskan untuk menyalurkan seluruhnya dalam bentuk uang tunai Rp 500 ribu/KK,” jelas Polo Maing.

Selain bantuan uang tunai, lanjutnya, Pemprov juga menyalurkan beras melalui lembaga-lembaga sosial seperti panti-panti asuhan. “Masing-masing kabupaten mendapat alokasi sebanyak 10 ton atau sebanyak 220 untuk seluruh NTT.  Bantuan itu disalurkan langsung oleh Pak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam kunjungan ke daerah (kabupaten/kota, red),” jelas Sekda Polo Maing.

Baca Juga :  Karena Tes Swab 2 Negatif Pasien 01, NTT Kembali Jadi Jalur Hijau

Penjelasan Sekda Polo Maing itu menjawab pertanyaan anggota DPRD NTT, Patris Lali Wolo (PLW) tentang adanya pemberitaan tentang dugaan keterlibatan ‘orang dekat’ alias kroni-kroni Gubernur NTT yang akan melaksanakan pengadaan dan penyaluran bantuan Sembako dari dana JPS Covid-19 senilai Rp 105 Milyar.

  • Bagikan