TPDI NTT Minta Kajati Terbitkan Sprindik Terhadap Absalom Sine

  • Bagikan

Meridian memaparkan, Amar putusan majelis hakim dalam putusannya terhadap Didakus Leba sebagai berikut: (1)menyatakan terdakwa Didakus Leba terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair; (2) Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp.500 juta subsidair 6 bulan kurungan; (3) Menyatakan barang bukti uang sejumlah Rp 285 juta dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti; (4) Masa penahanan dari terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana sementara; (5) Barang bukti 1 s.d. 573 dikembalikan ke Penuntut Umum,” tulis Meridian.

“Substansi paling penting dan krusial serta patut diapresiasi oleh publik dari putusan hakim ialah pertimbangan hukum yang menegaskan bahwa Absalom Sine (selaku Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Kantor Pusat) dan Benny R. Pellu (selaku Kepala Divisi Pemasaran Kredit Bank NTT Kantor Pusat) yang pada saat itu merupakan para pejabat pemutus kredit tertinggi dalam proses pemberian fasilitas kredit modal kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya, haruslah ikut bertanggung jawab atau patut dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” tandas Meridian.

Swipe up untuk membaca artikel

Alasan yang sangat mendasar, ungkap Meridian, yakni munculnya Kasus Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 bermula dari proses pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada klien kami, Terdakwa Muhammad Ruslan (UD. Makmur Jaya Prima) dan para debitur lainnya, terjadi saat dimana Absalom Sine berkedudukan sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Kantor Pusat yang merupakan pejabat pemutus kredit tertinggi.

Baca Juga :  KPK: Kejati NTT Harus Segera Selesaikan Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka
  • Bagikan