Seharusnya Kades dan Aparat Desa Naitimu Sudah Ditangkap dan Diproses Hukum


  • Bagikan
Foto: Advokat PERRADI, Petrus Selestinus dan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto

KORANTIMOR.COM – JAKARTA – Mestinya untuk melahirkan efek jera bagi kepala desa dan aparat desa atau siapa pun yang bermain data hingga penyaluran dana BLT DD dan BST di Desa Naitimu, Kabupaten Belu yang salah sasaran, sudah ditangkap aparat penegak hukum dan diproses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Permasalahannya sangat jelas, modus operandinya sangat sederhana, pelakunya tidak sulit ditangkap, maka dalam rangka meningkatkan moral warga yang sedang stres menghadapi ancaman COVID-19 yang belum jelas kapan berakhir, kiranya penindakan terhadap pelaku korupsi Dana BLT DD dan Dana BST di Desa Naitimu merupakan bonus sekaligus hadiah lebaran bagi masyarakat miskin yang tidak kebagian jatah BLT DD dan BST.

Foto: Advokat PERRADI, Petrus Selestinus dan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto

Demikian dikatakan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus tim media pada hari Jumat (22/05/2020) sore melalui WhatsApp.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Petrus Selestinus, permasalahan salah sasaran, salah orang atau error in persona dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST), baik disengaja ataupun tidak disengaja bagi warga yang terdampak COVID-19, yang mulai muncul dimana-mana, termasuk di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ini akibat dari tidak adanya transparansi dalam pendataan atua penyusunan daftar penerima bantuan.

Baca Juga :  Willy Lay dan Ose Luan Punya 5 Agenda Besar Membangun Belu ke Depan
  • Bagikan