Putusan Pengadilan Tinggi Perkuat Putusan PN Kupang, Iin Baria dan Victor Maubana Tetap Dipenjara


  • Bagikan
Kuasa Hukum AKA, Nixon Messakh, SH

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kupang memperkuat putusan Pengadilan Negeri Kupang atas para terdakwa kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah atas nama Iin Baria alias Iin dan Viktor Ferdinan Maubana alias Victor. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kupang menetapkan dan memerintahkan agar para terdakwa tetap ditahan atau dihukum penjara (masing-masing; Iin penjara 3 tahun dan Victor penjara 2 tahun, red), dikurangi masa penangkapan dan penahanan.

Demikian informasi yang diperoleh tim media ini berdasarkan isi salinan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Kupang (Nomor 115/PID/2020/PT KPG) tertanggal 17/11/2020 untuk terdakwa Iin Baria dan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Kupang (Nomor 117/PID/2020/PT KPG) tertanggal 10 Desember 2020 untuk Viktor Ferdinan Maubana.

Swipe up untuk membaca artikel

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kupang untuk sidang putusan terdakwa Iin Baria terdiri dari; Sri Mumpuni, SH., MH (Hakim Ketua) dan Tutut Topo Sri Purwanti, SH., M.Hum serta Bagus Irawan, SH., MH (Hakim Anggota) menilai pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama sudah tepat dan benar sesuai hukum dan keadilan serta memenuhi azas manfaatnya. Pengadilan Tinggi juga sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Pertama yang telah menjatuhkan putusan Nomor 137/Pid.B/2020/PN Kpg tanggal 24 September 2020 yang menyatakan terdakwa Iin Baria terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan sertifikat.

Baca Juga :  Kadis PUPR NTT: "Tak Sesuai Spek, Kerikil Kali PT.AGG Akan Dibongkar"

Oleh karena itu, Pengadilan Tinggi Kupang memutuskan menerima permitaan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU); Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kupang tanggal 25 September 2020 Nomor 137/Pid.B/2020/PN Kpg; Menetapkan agar terdakwa (Iin Baria, red) tetap ditahan; Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan sebesar Rp. 2.500,00 (Dua Ribu Lima Ratus Rupiah).

  • Bagikan