Proyek Mangkrak di Sabu Raijua Nilainya Mencapai Rp 303,2 Milyar


  • Bagikan
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Akumulasi nilai proyek mangkrak alias Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2010 s/d 2018 mencapai Rp 303,2 Milyar (Rp 303.229.620.735). Akumulai nilai proyek mangkrak yang dicatat sebagai KDP tersebut merupakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 43.b/LHP/XIX.KUP/06/2019, tertanggal 24 Juni 2019.

Dalam LHP-nya (yang copiannya diperoleh media ini, red), BPK RI Perwakilan Provinsi NTT mengungkapkan, berdasarkan KIB F (Konstruksi Dalam Pengerjaan) Kabupaten Sabu Raijua diketahui saldo KDP per 31 Desember 2018 adalah senilai Rp 303.229.620.735.

Swipe up untuk membaca artikel

Akumulasi nilai proyek yang tidak dapat diselesaikan alias mangkrak tersebut terdiri atas KDP Tahun 2010 s/d 2017 senilai Rp 257,6 Milyar (Rp 257,6257.699.287.560) dan KDP Tahun 2018 senilai Rp 45,5 Milyar (Rp 45.530.333.170).

Menurut BPK RI, berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus barang pada OPD Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, diketahui bahwa sebagian besar KDP tersebut telah selesai dan dimanfaatkan. Namun belum ada Berita Acara PHO (Purchasing Hand Over/Serah Terima Pertama, red) sehingga tetap dicatat sebagai KDP.

Baca Juga :  Araksi Desak Polda Periksa Trio Bersaudara Terkait Kasus Bawang Merah Malaka

Sedangkan berdasarkan keterangan Pengurus Barang, diketahui terdapat KDP Tahun 2010 s/d 2017 senilai Rp 192.553.590.170 yang telah selesai dan dimanfaatkan. Namun belum jelas status penyelesain proyeknya (karena sampai saat ini belum di PHO apalagi FHO/Finishing Hand Over/Serah Terima Kedua, red) sehingga belum dapat dicatat sebagai aset tetap (dalam neraca daerah Kabupaten Sabu Raijua, red).

  • Bagikan