Proyek Mangkrak di Sabu, BPK RI Temukan Kerugian Daerah Sebesar Rp 7,9 M


  • Bagikan
KORANTIMOR.COM – KUPANG – 

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi NTT menemukan adanya indikasi kerugian daerah sebesar Rp 7.920.793.524 yang berasal dari proyek pembangunan jalan (1 paket, red) dan gedung mangkrak (2 paket, red) di Dinas PUPR Kabupaten Sabu Raijua pada Tahun Anggaran (TA) 2013-2014.

Temuan BPK RI tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi NTT Atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan tertanggal 22 Juni 2015 (Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemkab Sabu Raijua TA 2014, red).

Swipe up untuk membaca artikel

Dalam LHP-nya (yang copiannya juga diperoleh media ini, red), BPK RI mengungkapkkan, Dinas PUPRPE Kabupaten Sabu Raijua antara lain melaksanakan 3 paket pekerjaan (yang menjadi sampel pemeriksaan, red) yakni:

Rehabilitasi/Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Ledemanu – Lobotedei yang dilaksanakan oleh PT. Sabu Kencana Sakti senilai Rp 1.287.998.000,-Pembangunan Gedung SKPD Paket I TA 2013 senilai Rp 3.614.441.160 yang dilaksanakan  oleh PT. Dinamika Flores Sentosa.Pembangunan Gedung SKPD Paket II TA 2013 senilai Rp 6.237.377.000,- yang dilaksanakan oleh PT. Alam Flores.

Baca Juga :  Kerja Jalan Nasional Ende-Detusoko, PT. Agogo ‘Tinggalkan’ Pekerjaan Jalan Propinsi

Berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK RI, PT. Sabu Kencana Sakti tidak melaksanakan proyek peningkatakan Jalan Ledamanu – Labodei padahal perusahaan tersebut telah menerima pembayaran 30% uang muka yakni sebesar Rp 1.287.998.000,-.  Progres fisik proyek 0% atau PT. Sabu Kencana Sakti tidak melaksanakan pekerjaan sama sekali.

  • Bagikan