Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Proyek Jalan Telfor Mangkrak, Mantan Kades Golo Wuas Diduga ‘Salahgunakan Dana Proyek’

0 84
KORANTIMOR.COM – KUPANG – Proyek jalan Telfor di Dusun Langga, Desa Golo Wuas, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur senilai Rp 100 juta terbengkelai alias mangkrak. Mantan Kades Golo Wuas diduga menyalahgunakan dana proyek.
Proyek Telfor jalan di Dusun Langga, Desa Golowuas, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur senilai Rp 100 juta dari alokasi DD TA 2019 yang gagal selesai dikerjakan alias mangkrak.
Proyek yang bersumber dari ADD itu semestinya selesai dikerjakan akhir Desember 2019 sesuai surat Perintah Kerja (SPK), namun hingga akhir masa pengerjaanya proyek tersebut belum selesai dikerjakan. Parahnya, lagi jalan yang dikerjakan itu melewati tanah milik Yasasan Sukma Keuskupan Ruteng (YSR) dan belum mengantongi ijin YSR alias belum ada sepakat.
Sebagaimana hasil investigasi tim media ini, ketika masalah ini muncul dipermukaan, mantan Kades Golo Wuas Wuas, Damasus Gagur mengadakan pertemuan dengan warga Dusun Langga (1/6/2020) tanpa koordinasi dengan kepala desa yang baru dilantik. “Benar, Mantan Kepala Desa Golowuas, Damasus Gagur bersama mantan sekretaris Desa, Kristoforus Salur mengadakan pertemuan dengan sejumlah warga di dusun tersebut pada Senin,1 Juni 2020 malam” kata Bernadus Kau’u, salah satu warga Golo Wuas kepada media ini.
Menurut Bernadus, dalam pertemuan tersebut disepakati untuk melanjutkan pengerjaan proyek telford dengan melibatkan masyarakat dusun Langga sebagai pekerja. “Dalam pertemuan itu, Mantan Kades mengancam warga yang tidak ikut kerja, akan diberikan sanksi tidak boleh melintas di jalan tersebut, bahkan rumahnya akan dibongkar” tambahnya.
Kepala Desa Golo Wuas, Kristianus Naba ketika dihubungi media ini, Kamis(3/6/2020) membenarkan jika ada proyek jalan telfor di dusun Langa dari alokasi dana desa tahun 2019 yang mangkrak.

Namun Kades Kristianus Naba mengaku tidak mengetahui berapa pagu dana yang dianggarkan. Sebab menurut dia, sejak dirinya dilantik menjadi Kepala Desa bulan Februari 2020 lalu, belum ada berita acara serah terima dengan kepala desa yang lama. “Benar pak, ada proyek yang belum selesai dikerjakan. Proyek TA 2019 lalu. Soal jumlah dananya saya tidak tau. Karena sampai saat ini belum ada berita acara serah terima antara kepala desa yang lama dengan saya” ujarnya.

Berikut sejumlah fakta terkait pengerjaan proyek telford di Dusun Langga, Desa Golowuas, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur antara lain:
1) Proyek telford yang berlokasi di dusun Langga desa Golu Wuas dianggarkan pada tahun 2019, pada masa pemerintahan Damasus Gagur sebagai kepala desa dan Kristoforus Salur sebagai sekretaris Desa. Dana yang dikucurkan untuk proyek ini sebesar Rp 100 juta.
2) Dalam pengerjaan tahap awal, pihak pemerintah desa melakukan penggusuran jalan di lokasi lahan milik Yayasan Sukma Ruteng (YSR) tanpa sepengetahuan dan ijin YSR selaku pemilik lahan.
3) Pada awal Maret 2020, Pihak Yayasan Sukma Ruteng melalui pastor paroki Mamba, Rm. Isodorus Pangkur PR, meminta pihak pemerintah desa Golo Wuas untuk menghentikan sementara pengerjaan proyek tersebut, sebelum konflik dengan pihak Yayasan Sukma Ruteng diselesaikan. (kt/tim)
Comments
Loading...