Meridian Dado: ‘Wajar Jika PT. AGG Disebut Maling Tapi Teriak Hoax’


  • Bagikan
Meridian Dado, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT)

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Membandingkan laporan PT. Agogo Golden Group ke Polres Ende yang menuduh wartawan suaraflobamora.com, Stefanus Bata telah menyebarkan berita hoax dengan fakta-fakta lapangan hasil investigasi Tim Wartawan, laporan dugaan korupsi Kowappem NTT ke Kejati NTT dan dugaan tambang ilegal maka wajar jika PT. Agogo Golden Group disebut sebagai Maling Teriak Hoax.

Meridian Dado, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT)

Demikian dikatakan Meridian Dewanta Dado, SH (Advokat Peradi/Kuasa Hukum Stef Bata/Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) wilayah NTT melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini Rabu (12/2/20) kemarin.

Swipe up untuk membaca artikel

“Apabila dihubungkan dengan laporan pidana oleh PT. Agogo Golden Group (AGG) terhadap Klien kami, Stefanus Bata di Polres Ende dengan tuduhan menyebarkan berita hoax maka wajar apabila kami menyebut PT. Agogo Golden Group (AGG) jangan justru jadi maling teriak hoax,” tulis Meridian Dado.

Ia memaparkan, sebagaimana kita ketahui bahwa Komisaris PT. Agogo Golden Group (AGG) Frangky Ratu Taga pada tanggal 24 Juli 2019 telah melaporkan Klien kami atas nama Stefanus Bata (Wartawan Media Online suaraflobamora.com) kepada pihak Polres Ende karena Komisaris PT. Agogo Golden Group (AGG) itu merasa dirugikan dengan pemberitaan oleh Kliennya di Media Online suara flobamora.com tertanggal 21 Juli 2019 terkait pemberitaan tentang rendahnya realisasi fisik dan keraguan akan mutu jalan pada Proyek Pekerjaan Jalan Provinsi ruas Bealaing – Mukun – Mbazang segmen 2 tahun anggaran 2019 senilai Rp 14,1 Miliyar.

Baca Juga :  Dirgen Bina Marga: PPK Wajib Periksa IUP Sebelum Pelaksanaan Proyek Jalan
  • Bagikan