Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Keluarga Korban Nikson Lende Minta Hakim Jatuhkan Vonis Seadil-Adilnya Terhadap Pelaku

0 79
KORANTIMOR.COM – TAMBOLAKA–

Keluarga korban kasus pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim Persidangan menuntut dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya terhadap para terdakwa.

Demikian disampaikan NN, mewakili keluarga korban Nikson Lende dan Umbu Pati kepada media ini di Kupang pada Minggu (07/11/2020).

“Mengamati dan mencermati persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende (korban), keluarga besar korban menduga bahwa penyangkalan-penyangkalan yang dilakukan oleh para terdakwa adalah cara untuk melindungi pelaku utama pembunuhan. Oleh karena itu keluarga meminta agar Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim Pengadilan, membuktikan perbuatan-perbuatan mereka dan menjatuhkan hukuman seasil-adilnya terhadap para pelaku,” tandas NN.

Menurut NN (red), penyangkalan isi BAP oleh para terdakwa dan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Sumba Barat merupakan indikasi adanya kesengajaan yang dilakukan para terdakwa untuk menyelamatkan Aktor Utama dari Jeratan Hukum .

“Keluarga menduga kuat bahwa keterangan para terdakwa yang menyangkal peran Anis Leti dalam peristiwa tersebut, adalah upaya membelokan fakta-fakta kronologis pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende dengan tujuan meloloskan AT dari tuntutan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP,” ujarnya.

NN menjelaskan bahwa fakta kejadian sesuai BAP Saksi Tomi, terungkap Tomi melihat AT sudah berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras (miras) di rumah bapa Anno/Tkp, dari Jam 19.00 Wita. Namun dalam BAP AT, AT mengatakan bahwa saat dirinya datang, korban Nikson Lende dan Agus sudah tergeletak di jalan raya. Sementara korban Agus dalam keterangannya menegaskan bahwa AT yang pertama kali memukuli Nikson Lende dan dirinya. Sesudah itu terdakwa yang lain ikut memukul secara brutal terhadapnya dan Nikson Lende.

“Begitu pula keterangan dari bapa Anno (pemlik rumah), yang mengatakan bahwa saat terjadi pemukulan, ia dan AT berusaha melerai sehingga berdasarkan keterangan bapa Anno tersebut, keluarga berkesimpulan bahwa jika hanya satu atau dua orang yang memukul Agus dan Nikson Lende lalu dilerai oleh Anis Leti dan Bapa Anno, maka sudah tentu Nikson Lende dan Agus tidak akan babak belur hingga menyebabkan kematian Nikson Lende secara tragis,” jelasnya lagi.

Keluarga korban berpendapat bahwa penyangkalan-penyangkalan oleh para terdakwa dalam sidang keterangan terdakwa pada Jumad (6/11/2020) adalah upaya para terdakwa mempersulit jalannya persidangan. Penyangkalan-penyangkalan terdakwa adalah hal yang biasa terjadi dalam berbagai kasus sehingga JPU dan Hakim tidak akan memberikan pertimbangan yang meringankan terdakwa. Keluarga korban berharap JPU memberikan tuntutan yg berat dalam sidang pembacaan tuntutan yang rencananya akan digelar beberapa hari mendatang.

Keluarga besar kedua korban juga menilai bahwa sidang kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende (Almarhum) berjalan cukup rumit dengan berbagai perubahan keterangan alias penyangkalan-penyangkalan para terdakwa yang menyulitkan KPU dan Hakim.

Keluarga besar korban berharap, semoga Jaksa dan Hakim tetap konsisten melihat secara obyektif hukum kasus tersebut dan memberikan dan menjamin rasa keadilan yang seadil-adilnya bagi keluarga korban dan publik yang mengikuti perjalanan kasus tersebut lewat berbagai media.

“ Kami semua tetap yakin bahwa para terdakwa boleh menyangkal, mereka boleh berbelit-belit dalam pengakuan di persidangan, namun bukti dan fakta akan mengungkapkan kejadian yang sebenarnya,”ucap NN menutup penjelasanya. (pit/kt)

Comments
Loading...