Dua ASN di Kota Kupang Dituntut 3 dan 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah


  • Bagikan
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Dua okum ASN di Kota Kupang, Iin Baria alias IB (Pegawai Badan Pertanahan Nasional/BPN Kota Kupang) dan Viktor Ferdinan Maubana alias VFM (Pegawai Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang), terdakwa kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik/SHM tanah di Kota Kupang dituntut 3 (tiga) dan 4 (empat) tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik/SHM tanah di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang pada Selasa (22/09/2020).

Demikian disampaikan Kuasa Hukum korban AKA, Nixon Messakh, SH melalui pesan WhatsApp/WA kepada tim media ini pada Kamis (24/09/2020) pukul 14.22 Wita.

Swipe up untuk membaca artikel

“JPU tetap pada tuntutan hukuman yakni: Iin dituntut 4 tahun penjara dan Viktor 3 tahun penjara,” tandasnya.

Menurut Nixon Messakh, ancaman pasal ke VFM itu merupakan bentuk kumulatif yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 4 (empat) tahun, dan Pasal 263 ayat (1) tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman penjara 6 (enam) tahun. “Sedangkan Iin tunggal pasal 263 ayat (1) ttg Pemalsuan Surat diancam hukum penjara 6 tahun,” jelasnya.

Nikson juga menginformasikan bahwa Sidang Putusan Hakim akan dilaksanakan pada Jumat (25/09/2020). “Sidang Putusan Hakim besok. Terima kasih,” tulisnya lagi dalam pesan WA.

Baca Juga :  Bupati Sikka Minta Dana Korpri Dipakai Bantu ASN Terdampak Covid-19.

Sementara itu, Kuasa Hukum Iin Baria (IB), Samel Haning, SH., MH yang dikonfirmasi tim media ini melalui pesan WA pada Kamis (24/09/2020) terkait tuntutan 4 (empat) penjara oleh JPU terhadap kliennya IB, juga membenarkan bahwa Sidang Putusan Hakim terkait hukuman terhadap kliennya (IB) akan dilaksanakan pada Jumat (25/09/2020). “Besok putusan jam 12 siang mhn hadir koo,” tulisnya kepada tim media.

  • Bagikan