Diduga Pokja LPSE Alor Rekayasa Tender PLTS 3 Puskesmas Senilai Rp 10,5 M


  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Diduga Kelompok Kerja (Pokja) LPSE Kabupaten Alor merekayasa tender Proyek Pembangunan 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk 3 Puskesmas, yakni Puskesmas Lantoka, Kayang, dan Mademang (masing-masing senilai Rp 3,5 M) atau dengan total senilai Rp 10,5 Milyar Tahun 2020. Rekayasa itu diduga dilakukan oleh Pokja LPSE dengan mengulang tender hingga 3 kali, serta mengubah syarat (memasukkan syarat tender yang aneh-aneh, red) dan jadwal tender sebanyak 29 kali untuk meloloskan CV. Gabe Jaya yang diumumkan Pokja sebagai pemenang 3 paket tender pembangunan Prasana Listrik Tenaga Surya tersebut sekaligus.

Ketua Pokja LPSE Kabupaten Alor yang menangani tender proyek tersebut, Mel Atakai yang berusaha dikonfirmasi tim media ini melalui telepon selularnya, tidak menjawab beberapa kali panggilan teleponnya. Tim media ini juga berusaha menghubunginya via Short Message System (SMS). Tim media ini memperkenalkan diri dan maksud/tujuan untuk diwawancarai terkait dugaan rekayasa tender tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan, Mel Atakai tidak ditanggapi SMS itu.

Swipe up untuk membaca artikel
Baca Juga :  KPK Datangi Mapolda dan Kejati NTT, Supervisi Penanganan Kasus Korupsi

Informasi yang dihimpun tim media ini dari beberapa sumber yang sangat layak dipercaya (nama dan alamat ada pada redaksi, red), Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 3 paket proyek tersebut masing-masing senilai Rp 3.499.999.891. “Tender 3 paket PLTS itu diulang sampai 3 kali. Anehnya, Pokja LPSE Alor memenangkan 3 paket proyek itu hanya oleh 1 perusahaan dengan kualifikasi kecil, yakni CV. Gabe Jaya,” ungkapnya.

  • Bagikan