Plt. Camat Insana Tengah Intervensi Pemilihan BPD Letmafo


  • Bagikan
Plt.Camat Insana Tengah, Yohanes Yosep Mesu, SP

KORANTIMOR.COM – KEFAMENANU – Plt.Camat Insana Tengah, Yohanes Yoseph Mesu diduga melakukan intervensi dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Letmafo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Plt. Camat Insana Tengah, Yohanes Yosep Mesu, SP

Demikian dikatakan Laurentius Eno, mantan Kepala Desa Letmafo yang menghubungi tim media ini melalui telepon selularnya, Senin (11/5/20) terkait pemilihan ulang anggota BPD Letmafo pada Sabtu (9/5/20) yang diduga dintevensi oleh Camat Insana Tengah.

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya tidak tahu apa alasan Pak Plt. Camat memerintahkan pemilihan ulang anggota BPD Letmafo pada hari Sabtu (9/5/20). Padahal, sudah terpilih calon anggota BPD Letmafo pada pemilihan tahun lalu sesuai aturan proses pemilihan. Namun Plt.Camat batalkan, ini sudah intervensi,” ujar Laurentius.
Laurentius menjelaskan, saat masih menjabat sebagai Kepala Desa Letmafo, pihaknya telah melakukan proses pemihan secara fair dan sesuai aturan pemilihan serta mekanisme musyawarah dan mufakat penetapan anggota BPD sebagaimana Perdes tersebut.

Namun setelah pemilihan dilaksanakan dan hasilnya ditetapkan, ada segelintir calon yang kalah dalam pemilihan tersebut (dengan mengatasnamakan Forum Peduli Masyarakat Letmafo, red) melaporkan adanya dugaan pelanggaran dalam proses pemilihan. Kemudian dilakukan mediasi antara Panitia Pemilihan dengan para pelapor. Namun mediasi tersebut tak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga :  Araksi Menduga Ada ‘Peran JPU’ Dibalik Putusan Praperadilan Kasus Bawang Merah Malaka

Laurentius Eno, menilai Plt. Camat Mesu, kurang mencermati poin per poin Perda tersebut dan hanya mendengar tanpa pendalaman yang tajam dan baik terhadap pengaduan segelintir orang yang menamakan diri Forum Peduli Masyarakat Desa Letmafo dan mengatasnamakan seluruh masyarakat desa Letmafo, untuk membatalkan/menolak penjaringan bakal calon Anggota BPD Letmafo periode 2019-2025. Apalagi, lanjut Laurentius, mereka adalah calon-calon anggota BPD yang gagal seleksi ditahap penjaringan anggota BPD oleh panitia penjaringan.

  • Bagikan