Bawa 100 Batang Detonator, Pemuda Asal Sikka NTT Diringkus Polisi


  • Bagikan
N (27 thn) saat diamankan Tim Polda NTT terkait bahan peledak 100 batang detonator (03/10)

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Seorang pemuda Asal Sikka (isial N) diringkus alias ditangkap Tim Intelair Subditgakkum Polda NTT, karena membawa bahan peledak berupa 100 batang detonator dalam kemasan kotak tanpa label. Penangkapan tersebut dilakukan, saat Tim Intelair Subditgakkum menerima informasi dari masyarakat, bahwa diduga pelaku “N” yang membawa bahan peledak di sekitar jalan El Tari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka pada Tanggal 3 Oktober 2021.

Demikian disampaikan Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna B, S.H., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi tim media pada Kamis (21/10/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“Setelah mendapat informasi tersebut, Tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku “N” yang saat memiliki, menguasai dan membawa 100 (seratus) batang detonator (bahan peledak) dalam kemasan satu kotak tanpa label. Selanjutnya pelaku dibawa ke markas unit Polairud Sikka untuk dilakukan proses penyidikan  oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT”, jelas Rishian Khrisna.

N (27 tahun) saat diamankan Tim Polda NTT terkait bahan peledak 100 batang detonator (03/10)

Menurut Kabid Humas Polda NTT, selain barang bukti 100 batang detonator, pelaku juga membawa dua unit handphone, satu unit sepeda motor Yamaha 2PV dan dokumen pelengkap berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta satu buah jaket levis.

Baca Juga :  Mencegah Penyebaran Covid 19, 60 Narapidana Kelas II A Kupang Dibebaskan Bersyarat

Tersangka, lanjutnya, diduga melanggar padal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat nomot 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

  • Bagikan