3 Kades di Detusoko Protes BPJN X Kupang dan PT. Agogo Terkait Jalan Ende-Detusoko


  • Bagikan
KORANTIMOR.COM – ENDE – Kepala Desa (Kades) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) dari 3 desa di Kecamatan Detusoko memprotes PT. Agogo Golden Group dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, khususnya Satuan Kerja (Satker) IV PJN NTT terkait terbengkelainya pekerjaan Jalan Nasional Trans Flores, ruas Ende-Detusoko yang sangat merugikan masyarakat setempat karena pembongkaran akses jalan masuk ke gereja, sekolah, jalan usaha tani, saluran irigasi, jalan desa, pasar desa, dan TPT Jalan/Rumah tidak diperbaiki hingga saat ini. Bahkan lubang pelebaran jalan dan material yang berserakat di badan jalan tersebut juga menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Kondisi bibir Jalan Nasional ruas Ende-Detusoko yang dibiarkan menganga/berlubang tanpa diperbaiki oleh perusahaan yang mengerjakannya (PT. AGG), dan membahayakan pengguna jalan

Protes itu disampaikan 3 orang Kades di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, yakni Kades Wolofeo, Philipus Loba; Kades Sepijena, Minggus Dasi; dan Kades Detusoko Barat, Nando Watu.

Kepala Desa Wolofeo, Philipus Loba yang ditemui Tim Media ini Selasa (21/7/20) di Wolofeo membenarkan adanya surat protes/pengaduan yang dilayang pihaknya kepada Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) IV NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

“Masyarakat sangat dirugikan karena pekerjaan jalan Aedala-Detusoko yang dibiarkan terbengkelai mengakibatkan masyarakat akses masuk-keluar warga terhambat karena jalan masuk desa, gereja, sekolah, permukiman dan lahan pertanian (jalan usaha tani, red) telah dibongkar tapi dibiarkan begitu saja,” protesnya.

Aset desa, lanjutnya, juga telah dibongkar seperti saluran irigasi dan pasar desa. “Ini sangat merugikan masyarakat karena setelah dibongkar pada awal tahun hingga saat ini dibiarkan begitu saja hingga saat ini,” protesnya.

Baca Juga :  Pengaduan Bupati TTU dan Isteri Patut Dikesampingkan POLRES TTU
  • Bagikan