Syarat Lelang 9 Paket Pengadaan Bawang Rp 10,4 M ‘Mengada-Ada’, Kontraktor Protes


  • Bagikan
Ilustasi: Bawang Merah

KORANTIMOR.COM – KUPANGProses tender bawang merah dan bawang putih milik Dinas Pertanian NTT sebanyak 9 paket senilai Rp 10.490.200.000 Milyar di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ)Sekretariat Daerah (Setda) NTT menuai protes para kontraktor dalam rapat anwijzing (penjelasan, red) proyek karena syarat lelang dinilai mengada-adadan diduga sengaja‘di-setting’ alias diatur untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Ilustasi: Bawang Merah

Dugaan tersebut mengemuka ketika dalam rapat anwijzing (penjelasan, red) proyek yang ditenderkan oleh ULP NTT pada Selasa (17/3/20), para kontraktor mempertanyakan dan memprotes adanya syarat tertentu yang dinilai sengaja dipasang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk ‘menjegal’ para kontraktor yang mengikuti proses tender tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

Sumber media ini (yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, red) menilai, adanya syarat saldo rekening koran peserta lelang dalam 3 bulan terakhir sebesar 30 persen dari HPS (Harga Pra-kiraan Sendiri) sebagaimana disyaratkan PPK merupakan ketidakwajaran dan mengada-ada.

“Syarat ini tidak wajar dan mengada-ada. Syarat ini tidak ada dalam Keppres. Saya duga, syarat ini sengaja ‘disetting’ dan ‘diatur’ untuk memenangkan perusahaan tertentu,”  ungkapnya.

Selain syarat tersebut,  lanjutnya, ada spesifikasi pupuk hayati yang di-‘setting’ alias diatur untuk merek pupuk tertentu. “Biasanya untuk spesifikasi/kandungan pupuk, PPK menetapkan range dari kadar sekian sampai kadar sekian. Tapi dalam anwijzing itu, PPK langsung menyebutkan kadar/kandungan pupuk. Ini jelas-jelas diarahkan pada merek tertentu,” tandasnya.

Baca Juga :  Gubernur Laiskodat Diminta Akui Secara ‘Jantan’ Kegagalan Program Kerja Pemprov NTT
  • Bagikan