Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan Minta Jamkrida dan Bank NTT Utamakan Pemberdayaan UMKM


  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Fraksi Demokrat Solidaritas Persatuan (DSP) DPRD NTT meminta PT. Jamkrida dan Bank NTT lebih mengutamakan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di NTT.

Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo

Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD NTT dengan agenda penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap Ranperda Penyertaan Modal ke PT. Jamkrida dan PT. Kawasan Industri (KI) Bolok di Gedung DPRD NTT, Selasa
(30 Juli 20) malam.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kami meminta PT Jamkrida NTT agar lebih berpihak dan memberikan dukungan penjaminan lebih besar kepada UMKMK,” ujar Juru Bicara Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan, Leonardus Lelo, S.IP, M.Si.

Dalam Pendapat Akhir yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi, Leni Marlina Un, SE, MM dan dr. Christian Widodo dipaparkan, dari profil Kreditur dan Nilai Penjaminan, jelas Lelo, hingga posisi April 2020 jumlah Kreditur/Terjamin dilaporkan sebanyak 39.261 orang dengan Nilai Penjaminan sebesar Rp 2,5 Trilyun. Dari jumlah tersebut, Kreditur dari kalangan pelaku UMKM (tanpa Koperasi) dilaporkan sebanyak 10.775 orang (27,44%) dengan Nilai Penjaminan sebesar Rp.579 Miliar (23,16%).

Baca Juga :  Kapolres Kupang Raih Penghargaan Dari Bank NTT Terkait Penanganan Kredit Macet

“Itu berarti 72,56% Kreditur (28.486 orang) dengan Nilai Penjaminan sebesar Rp.1.921 Triliun (76,84%) merupakan Kreditur di luar UMKM (bisa Koperasi atau bentuk-bentuk penjaminan lain sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Perda Nomor Perda Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pendirian PT Penjaminan Kredit Daerah NTT,” baca Lelo.

  • Bagikan