Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M

  • Bagikan

Kalau kita mengandaikan PSP dan para pemegang saham lainnya tidak/kurang memahami hal ini, seharusnya hal disampaikan secara gamblang kepada para pemegang saham. Namun, adakah orang Bank NTT yang mampu menjelaskan ini secara baik tanpa rasa takut akan ditendang dari jabatannya karena dianggap membantah para pemegang saham? Saya kira ini butuh seorang ‘ksatria gagah berani’ dari Bank NTT untuk itu.

Bagi saya, para pemegang saham boleh menuntut para direksi untuk meningkatkan laba seberapa pun besarnya, tapi harus diingat! Ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pemegang saham dengan menyetor modal sekitar Rp 20 Triliun. Tanpa itu, sebaiknya PSP dan para pemegang saham lainnya mencari seorang Pesulap sebagai Direktur Utama. Mungkin dengan kemampuan sulapnya, hanya dengan sekali “Sim Salabim!” Target laba bersih Rp 500 M itu akan tercapai.

Swipe up untuk membaca artikel

Pertanyaannya, mampukah para pemegang saham melakukan itu? Kalau modal sekitar Rp 20 Triliun itu telah disetor, maka sudah sepantasnya para pemegang saham untuk menuntut direksi Bank NTT, khususnya Dirut untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya.

Baca Juga :  11 Paus Pilot Ditemukan Terdampar di Pantai Lie Jaka Sabu Raijua

Namun pada kenyataannya, alih-alih menyetor Rp 20-25 Triliun, tambahan modal sekitar Rp 1,2 Triliun yang diwajibkan OJK bagi para pemegang saham (agar Bank NTT tidak dimerger, red), belum disetor hingga saat ini.

Pahahal, aturan OJK itu mewajibkan PSP dan Para Pemegang Saham menyetor modal Rp 3 Triliun hingga tahun 2024, jika tidak Bank milik pemerintah daerah itu akan dimerger (digabungkan, red) dengan Bank lain. Lalu mengapa soal tanggung jawab setoran modal itu dijadikan sebagai alasan pergantian Dirut Bank NTT. Hmmm …. Lempar batu sembunyi tangan, itulah yang sedang dilakukan para pemegang saham saat ini.

Mari kita lihat sekilas pertumbuhan kinerja Bank NTT dalam 4 tahun terakhir sebagai berikut:
Tabel. 1

  • Bagikan