Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M

  • Bagikan

Dan saya tahu benar bahwa skenario ‘gila’ tersebut telah dibuat oleh Komisaris, Direksi Bank NTT dan jajarannya pada tahun 2019. Namun skenario itu tanpa didukung oleh kemampuan Bank NTT yang sebenarnya. Besar target jauh melampaui kemampuan riil Bank NTT. Bukankah kita harus menggantung cita-cita setinggi langit tapi kaki kita harus tetap menginjak bumi?

Jika kita mempelajari sejarah kinerja Bank NTT sejak 20 tahun terakhir, sejak 1999 (saat perusahaan daerah itu dipimpin oleh Dirut Amos Corputy) , hingga saat ini tidak pernah ada lompatan kinerja yang sangat sifnifikan. Atau mencapai peningkatan Laba Bersih hingga lebih dari 100 % hanya dalam setahun.

Swipe up untuk membaca artikel

Lagi pula, untuk mencapai laba bersih Rp 500 M bukan sekedar membalikkan telapak tangan. Bagaimana mungkin target laba itu bisa dicapai dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya setahun.

Bukankah untuk mencapai target laba Rp 500 M harus ada hitungan-hitungan kinerja bank yang rasional? Bukan hanya sekedar mimpi di siang bolong. Yang pasti untuk mendapatkan output yang besar, harus ada input yang besar.

Baca Juga :  Diduga Kredit Take Over PT. Budimas Pundinusa Rp 130 M Hasil Rekayasa

Sadarkah Gubernur Laiskodat (sebagai PSP, red) bahwa dengan menetapkan target Laba Bersih Rp 500 M itu, PSP sedang memaksakan pertumbuhan kinerja Bank NTT jauh melampaui perkembangan/pertumbuhan kinerja perbankan secara nasional. Bak kata pepatah, ‘Maksud hati memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai.’

  • Bagikan