Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M

  • Bagikan

Apakah pergantian itu terjadi karena orang yang disiapkan PSP sebagai Dirut Bank NTT tak lolos seleksi OJK? Atau itu sebagai strategi agar bisa dijadikan alasan pembungkus bagi Sang Big Bos untuk mengganti Dirut Definitif Bank NTT?
Apakah dengan mengganti Dirut akan membuka peluang bagi ‘Jagoan’ yang telah disiapkan Sang Big Bos sejak tahun lalu untuk menjadi Dirut Definitif? Tapi … bukankah masa jabatan seorang Dirut selama 4 tahun?

Hanya PSP dan para pemegang saham yang bisa menjawabnya secara jujur berdasarkan hati nurati yang tulus. Mudah-mudahan tak ada dusta diantara kita. Hmmmm …bagi saya, alasan pergantian tersebut hanya sekedar dicari-cari alias sebagai kedok untuk menon-aktifkan Dirut Bank NTT yang definitif, hasil seleksi OJK.

Swipe up untuk membaca artikel

2. Kondisi Normal Tidak Tercapai
Dari pernyataan Gubernur Laiskodat dalam Jumpa Pers usai RUPS dan RUPS Luar biasa, jelas bahwa Gubernur mengatakan bahwa dalam kondisi normal saja (tidak dalam masa pandemi Covid-19) Bank NTT tidak dapat mencapai Laba Bersih Rp 500 M. Bagi saya pernyataan itu sedikiiit menyerempet kebenaran.

Baca Juga :  FMB Berbagi Sembako (jilid 2), Bukti Kepedulian Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19

Memang benar bahwa untuk mencapai Laba Bersih Rp 500 M itu tidak bisa dilakukan dengan kondisi normal tapi dengan kondisi yang luar biasa. Karena untuk pencapaian target Laba Rp 500 M itu dibutuhkan skenario pertumbuhan kinerja tidak normal alias abnormal alias skenario ‘gila’.

  • Bagikan