Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M

  • Bagikan

Apalagi, jelas Laiskodat, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), modal Bank wajib setor mencapai Rp 3 triliun pada tahun 2024. Dengan demikian, Bank NTT masih kekurangan Rp 1,2 trilun.
Komisaris Bank NTT, Juvenile Djodjana mengakui adanya keinginan para pemegang saham agar Dirut saat ini Izak Eduard Rihi diganti. Para pemegang saham bersepakat untuk menunjuk Alex Riwu Kaho menjadi Pelaksana Tugas (PLT) Dirut Bank NTT yang akan merangkap sebagai Direktur Kredit. Sedangkan, Absalom Sine sebagai Direktur Kredit akan menjabat Direktur Dana. Sedangkan dua direktur lainnya masih menempati posisi yang sama.

Membaca berita pergantian Dirut Bank NTT itu, saya hanya tersenyum-senyum bahkan tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepala. Sekilas, alasan itu terdengar sangat rasional. Menjadi lumrah ketika seorang Gubernur NTT sebagai Pemegang Saham Pengendali/PSP ( bukan mayoritas, re) dan para pemegang saham menonaktifkan Dirut Bank NTT yang adalah Perusahaan Daerah milik Pemprov NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

Alasan penonaktifan itu dibuat seolah-oleh menjadi benar dan menjadi hal yang biasa, lumrah dan dapat diterima oleh semua pihak. Alasan itu terlampau sederhana, ‘Karena Dirut tidak dapat mencapai target laba Rp 500 M dari Gubernur Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) maka dinon-aktifkan PSP dan para pemegang saham’.

Baca Juga :  Hanya Angsur 5 Bulan, Lalu Kredit PT. Budimas Pundinusa Rp 130 M di Bank NTT Macet Total

Pertanyaannya, apakah Gubernur Laiskodat sebagai PSP dan para bupati/walikota paham tentang bagaimana merencanakan pertumbuhan/kinerja perbankan? Apakah PSP dan para pemegang saham Bank NTT mengerti dan memahami bahwa untuk mencapai target itu, ada skenario pertumbuhan ratio kinerja bank yang harus dihitung sesuai kemampuan bank? Karena penetapan laba bersih bank, tidak sesederhana yang kita bayangkan. Maaf, tak ada maksud saya untuk melecehkan PSP dan para pemegang saham.

  • Bagikan