Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M

  • Bagikan

Jika target itu tetap menjadi argumen untuk memilih dan mengangkat Dirut Bank NTT tanpa adanya suntikan modal yang cukup, maka target itu tak akan mungkin dapat dicapai sekalipun dipimpin seorang Dirut ‘Super Hero’.

Untuk mencapai target yang tidak rasional itu, saya sarankan agar Para Pemegang Saham, baik Gubernur NTT maupun para bupati/walikota mengumumkan kepada publik, “Dicari, Tukang Sulap Sebagai Dirut Bank NTT!”.

Karena target itu hanya dapat dicapai jika Dirut Bank NTT seorang Pesulap. Sehingga hanya dengan sekali, “Bim Salabim!” maka laba bersih Rp 500 M akan tercapai.

Swipe up untuk membaca artikel

Tulisan ini saya buat dengan tak ada maksud untuk menyudutkan apalagi ‘menembak’ pihak manapun. Ataupun membela pihak manapun. Tulisan ini saya buat karena keprihatinan terhadap perkembangan Bank NTT. Bahwa Bank NTT mesti diselamatkan dari cara-cara kerja dan mekanisme yang tidak profesional serta intervensi berlebihan dari pihak manapun, sekalipun para pemegang saham.

Bukankah untuk pergantian direksi, sudah ada mekanisme yang baku? Para pemegang saham punya hak prerogatif untuk mengganti Dirut, tapi hak itu dibatasi oleh aturan perbankan. Jangan sampai karena kepentingan kelompok atau segelintir orang, namun harus mengorbankan bank yang sudah dibangun dengan ‘susah payah’ oleh para pendahulu kita.

Baca Juga :  OJK Nilai Bank NTT Sudah Jadi Bank Yang Sehat

Semua kita pasti sependapat bahwa iklim kerja di bank Plat Merah itu harus harmonis, kompetitif dan profesional. Bank NTT harus dibebaskan dari dominasi kelompok-kelompok tertentu yang selama ini saling ‘sikut-menyikut’ dan bersaing secara tidak sehat. Karena situasi itu sudah pasti akan berdampak pada tim kerja yang tak solid dan saling ‘menjual’ antar kelompok.

  • Bagikan