Dicari Pesulap Sebagai Dirut Bank NTT! Bim Salabim! ….Laba Bersih Bank NTT Rp 500 M


  • Bagikan

(Ulasan Redaksi)

SEKITAR dua pekan lalu, tepatnya Rabu (6/5/20) media massa lokal dan nasional ramai memberitakan tentang RUPS Luar Biasa BPD NTT (Bank NTT, red) yang menon-aktifkan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi. Alasannya, karena Izhak Rihi tak mampu mewujudkan keinginan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat agar Bank NTT mencapai Laba Bersih hingga Rp 500 Milyar pada tahun 2010.

Swipe up untuk membaca artikel

Seperti diberitakan media Suara Flobamora.Com, dalam jumpa persnya usai RUPS Luar Biasa, Gubernur NTT sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan lantang dan tegas mengumumkan keputusan mayoritas pemegang saham untuk menon-aktifkan Dirut Bank NTT. “Dia tak mampu mencapai target laba yang diberikan pemegang saham sebesar Rp500 miliar, sehingga para pemegang saham sepakat untuk menggantinya,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Selain alasan tak tercapainya Laba Bersih Rp 500 M, kata Laiskodat, Bank NTT butuh tim kerja yang lebih ekstrim dan profesional untuk lebih maju ke depan. “Dalam kondisi normal saja target laba tidak terpenuhi. Apalagi dengan kondisi pandemik covid-19 yang saat ini terjadi,” tandas Laiskodat.

Baca Juga :  Gubernur NTT Dan Direktur Bank NTT Tandatangani Pinjaman Daerah Rp 150 Milyar

Dia berharap dengan penyegaran ini, direksi Bank NTT bisa bekerja lebih giat dan semangat untuk meningkatkan laba Bank NTT. “Dengan kondisi covid seperti ini, tentunya laba Bank NTT juga akan mengalami penurunan drastis. Karena itu dibutuhkan tim kerja yang lebih baik,” ungkap Laiskodat.

  • Bagikan