Bank NTT Berkomitmen Go TKB 2 Ditahun 2021


  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Bank NTT berkomitmen memperbaiki Tingkat Kesehatan Bank (TKB) dari posisi 3 (cukup sehat) ke posisi 2 (sehat) melalui program Bank NTT Go TKB 2 pada tahun 2021.

Demikian disampaikan Direktur Umum (Dirut) Bank NTT, Aleksander Riwu Kaho dalam sambutanya saat kegiatan Media Gathering bersama sejumlah wartawan dan media di Kupang pada Kamis (16/12/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Go TKB 2 adalah tekad semua insan di Bank NTT untuk memiliki komitmen sesuai road map and action plan; bersama-sama mewujudkan kesejahteraan Bank NTT dari kondisi 3 (cukup sehat) menjadi kondisi 2 (yaitu sehat),” tandas Riwu Kaho.

Komitmen tersebut, lanjut Riwu Kaho, berdasarkan road map dan action plan managemen Bank NTT melalui konsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah dilaporkan ke Pemegang Saham Bank NTT.

Menurut Dirut Bank NTT itu, untuk mencapai cita-cita tersebut diperlukan langkah- langkah perbaikan, bukan hanya pada sisi kredit tetapi juga pada manejemen perkreditan GSG. Pembenahan risk profile yang mencakup resiko kredit, resiko operasioanal, resiko kepatuhan, dan sisi permodalan. “Khusus dari sisi permodalan, kita sudah dapat dukungan yang kuat dari para pemegang saham; baik itu Pemegang Saham Pengendali, pemegang saham seri A dan Seri B,” ujarnya.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Stefanus Sulayman Karena Bukan Debitur Bank NTT

Dukungan yang lain, lanjut Riwu Kaho, yaitu dari Pimpinan DPRD dan seluruh anggota DPRD, dimana DPRD telah memiliki satu kesepahaman tentang ketentuan POJK dan Bank NTT di tahun 2024 wajib memiliki modal inti minimum sebesar Rp 3 Triliun. “Hal ini telah disosialisasikan kepada semua perangkat daerah; baik itu eksekutif maupun legislatif sehingga ada kesepahaman dan dukungan yang tertuang dalam PERDA bagi daerah yang sudah selesai melakukan proses APBD dan RAPBD bagi daerah yang saat ini sedang berproses,” paparnya.

  • Bagikan