Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Digital Asset Academy Lantik Regional Director NTT dan Adakan Pelatihan Platform Perekonomian Rakyat Era Digital

0 764

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Digital Asset Academy Lantik Regional Director NTT, Piter Pelo dan Adakan Pelatihan Platform Perekonomian Rakyat Era Digital. Digital Asset Academy (DAC) merupakan lembaga edukasi ekonomi digital yang kini telah hadir di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkenalkan aplikasi multifungsi Crowd1 untuk online training, online travel, game online, belanja online, program loyalitas, dan sistem royalti dengan sistem bagi hasil.

Pelantikan Regional Director Asset Digital Academy NTT, Piter Pello

Demikian penjelasan Founder sekaligus Master Coach Digital Asset Academy, Dr. Sulistya Putra saat ditemui wartawan di Kupang pada Minggu (29/11/2020).

“Crowd1 adalah platform aplikasi super pertama di dunia yang menghubungkan jutaan konsumen dengan aplikasi-aplikasi digital dari berbagai negara. Crowd1 membuka peluang kemitraan digital dengan sistem bagi hasil di mana porsi untuk anggota 4 kali lebih besar daripada perusahaan. Jadi semangatnya koperasi namun menggunakan teknologi digital,” ujarnya Dr. Putra.

Menurut Dr. Putra, para member yang membeli paket edukasi, otomatis akan mendapatkan semua aplikasi tersebut (online travel, game online, paket belanja dan program royalti, red). “Itu namanya Gig Economy Ecosystem Crowd1 yang artinya jaringan bisnis digital Crowd1. Ini merupakan keunikan Crowd1 yang tidak dimiliki aplikasi lain,” jelasnya.

Dr. Putra menambahkan bahwa paket edukasi online Crowd1 lebih murah dibanding ikut training tatap muka di luar negeri, yang biayanya sangat mahal, ditambah tiket pesawat dan akomodasi. Setiap member yang membeli paket edukasi Crowd1 memiliki akses ke universitas online Crowd1, yaitu Mygrithub.

“Setiap member bisa belajar kapan saja dan mau jadi mahasiswa abadi juga boleh. Artinya tidak ada batas waktu dan kalau mau mengulang pelajarannya tidak perlu bayar lagi. Crowd1 menggunakan sistem referal karena semua sistem online digital dan media sosial hari ini menggunakan sistem referal. Prinsipnya member get member atau teman ajak teman. Ingat bahwa pada umumnya medsos itu medianya sosial tetapi uangnya tidak sosial karena tidak ada bagi hasil untuk member. Medsos itu kapitalisme murni. Crowd1 merevolusi semua ini dengan menyajikan sistem bagi hasil untuk member,” jelasnya.

Aplikasi Crowd1, kata Dr. Putra, merupakan aplikasi super dengan multifungsi yang menghubungkan jutaan pengguna dengan berbagai aplikasi dari industri yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika aplikasi Traveloka digunakan untuk pemesanan kamar hotel, Crowd1 memiliki aplikasi online travel LifeTRNDS dan setiap member langsung mendapatkan benefit berupa hemat kamar hotel hingga 30% seumur hidup.
“Kita ini siswa (member,red) tetapi juga wirausahawan dan sekaligus pengajar. Semua dapat fasilitas hemat kamar hotel hingga 30%. Kalau mau untung lebih besar lagi bisa langganan LifeTRNDS Platinum untuk hemat kamar hotelnya sampai 90%,” terangnya.

Dari kiri ke kanan: Bapak Kristo Blasin, Piter Pello, Dr. Sulistyo Putra, Aloysia Maria Tiwow

Industri game online saat ini sangat berkembang pesat. Crowd1 menyajikan solusi untuk mendapatkan keuntungan finansial dari industri game online. Menurut Dr. Putra, Crowd1 menyajikan aplikasi Miggster yang merupakan jaringan online game. Masuk ke aplikasi Miggster bisa pilih ratusan game. Miggster ini seperti Netflix untuk online game dan E-Sports (olahraga elektronik).

“Sebenarnya Crowd1 itu merupakan konglomerasi bisnis digital. Namun bedanya semua bisnis konglomerat untungnya hanya untuk pemilik (konglomerat,red), sedangkan di Crowd1, kita membangun konglomerasi digital tetapi sistemnya bagi hasil jadi anggota mendapatkan pembagian sisa hasil usaha tiap bulan dan tiga bulan sekali sesuai kontribusi masing-masing,” bebernya.

Crowd1 didirikan tahun 2019 dan sampai tahun 2021 merupakan masa promo. Setelah itu akan ada ratusan juta orang anggota bergabung yang mendorong kenaikan nilai token aset digital C1 Rewards.

“Tim manajemen Impact Crowd Technology, perusahaan induk Crowd1 berpengalaman membangun perusahaan-perusahaan yang go public di bursa internasional. Crowd1 memiliki rencana go public di masa depan. Sistem bagi hasil Crowd1 bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di era resesi global sehingga disebut juga ekonomi kerakyatan digital,” tambahnya.

Menurut Dr. Putra, kita tidak bisa mengandalkan lembaga keuangan yang selama ini eksis puluhan tahun dan hanya bisa buat inklusi keuangan di Indonesia di bawah 60%. Artinya masyarakat Indonesia dewasa yang memiliki rekening bank di bawah 60%. Sementara ada 100 juta lebih orang Indonesia tidak memiliki rekening bank membuat iklusi keuangan di Indonesia rendah.

Sementara itu e-comerce harus menggunakan pembayaran dengan transfer ke rekening bank atau kartu kredit milik bank. Kalau inklusi keuangan rendah artinya masyarakat yang tidak punya rekening bank harus melakukan transaksi keuangan secara tradisional. Ini bertentangan dengan E-Comerce yang transaksinya jarak jauh dan tidak perlu tatap muka.

Untuk menyadarkan hal itu, Dr. Putra mulai dengan edukasi untuk membangun pemahaman bahwa kita benar-benar tertinggal sekaligus menawarkan solusi. Kurikulum ekonomi digital disusun berdasarkan hasil studi banding Dr. Putra ke negara-negara dimana digital ekonomi diterapkan. Diantaranya ke Republik Rakyat Cina (RRC) untuk mendokumentasikan pembayaran digital di RRC. Disana ia menemukan bahwa ternyata sistem transaksi pasar seperti membeli sayur, telur, sembako, pakaian, termasuk menyumbang ke pengemis semuanya menggunakan sistem pembayaran online atau digital. Jadi, dengan model ekonomi digital yang ditawarkan DAC, maka dompet dengan sendirinya tidak begitu berfungsi lagi karena orang mengandalkan HP untuk transaksi online.

Dalam penerapan pembelajaran kepada kader DAC, dilakukan training of trainers (TOT) bagi para members dan di sana diperkenalkan metode Roket Digital Marketing karena terkait pemahaman ekonomi digital serta ekosistem digital.

Menurut Dr. Putra, keunggulan ekonomi digital adalah globalisasi di genggaman tangan dan sekarang dibutuhkan suatu alat untuk memudahkan perekonomian global. “Tiktok dan Facebook hanya menguntungkan pemilik aplikasinya. Dari pengalaman pembelajaran itu, saya memikirkan solusi dan mencari aplikasi yang tidak semata-mata menguntungkan pemiliknya tetapi para member atau penggunanya juga bisa mendapatkan keuntungan. Inilah cikal bakal lahirnya metode Roket Digital Marketing dengan platform digital Crowd1. Dengan menerapkan Rocket Digital Marketing para anggota bisa kembali modal dalam jangka waktu 2 minggu. Crowd1 tidak menawarkan paket investasi, tetapi paket edukasi,” jelasnya.

Memang, kata Dr. Putra, ada juga yang pesimis dan mengatajan kenapa buka bisnis online travel di masa pandemi corona. “Tetapi jangan lupa bisnisnya (Crowd 1,red) untuk persiapan. Ketika tahun depan pandemu corona selesai, terlambat kalau saat itu kita baru mulai. Kita mulai sekarang sehingga ketika pandemi corona selesai, maka online travel LifeTRNDS saat itu sudah booming,” ungkapnya.

Visi-misi DAC ialah melakukan edukasi publik tentang digital ekonomi. Tujuannya menyadarkan masyarakat Indonesia akan tertinggalnya Indonesia dalam perekonomian digital. Di dunia Indonesia urutan ke-60 tertinggal dalam ekonomi digital dan sangat tertinggal dibandingkan negara-negara di Afrika dan ini masalah besar untuk kesejahteraan.

DAC sekarang telah melebarkan sayapnya hingga 22 Provinsi dip Indonesia dengan kurang lebih 100.000 member dan target ke depan bertambah jadi 14 juta member dalam 3 tahun ke depan.

Dr. Putra sangat optimis dengan perkembangan DAC dan Crowd1 di Indonesia karena saat ini Crowd1 telah memiliki lebih dari 20 juta member, peringkat Alexa Crowd1.com tertinggi untuk website perusahaan penjualan langsung, dan Tim Digital Asset Academy dari Indonesia berhasil jadi juara dunia Crowd1 bulan September 2020.

Ditanyai soal kehadirannya di NTT, Dr. Putra menjelaskan bahwa kehadirannya di NTT dalam rangka pelantikan Dewan Pengurus Daerah Digital Asset Academy dengan Regional Director dijabat Piter Yulianus Pello, yang dilantik pada Sabtu (28/11/2020) di Hotel on the Rock, Kupang bersama beberapa anggota pengurus lain. Di saat yang sama telah dilaksanakan Training for Trainers (TOT) berjudul Mind Power Revolution bagi para members di NTT agar ke depannya mereka bisa mengedukasi para member atau calon member lain.

Dr. Putra berharap para member NTT semakin berkembang lagi sehingga edukasi publik lebih meluas dan lebih banyak rakyat melek digital ekonomi. Ia juga berharap para member di NTT segera melakukan edukasi kepada masyarakat sehingga bisnis ekonomi digital Crowd 1 semakin memasyarakat. “Jadi ada kesadaran ekonomi digital yang semakin luas dan otomatis dengan sistem digital ekonomi Crowd1, metode rocket digital marketing dari Digital Asset Academy, perekonomian rakyat akan meningkat tanpa modal besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Regional Director Digital Asset Academy NTT, Piter Pello disaat yang sama menjelaskan bahwa pertumbuhan member Ada di NTT sudah berjalan sejak April 2020 dan berkembang di 10 Kabupaten/Kota se-NTT.

“Member saat ini di NTT mencapai 1000an orang dan setiap hari selalu bertambah. Target membernya mencapai 10% dari populasi penduduk di NTT. Yang paling penting itu ialah edukasi dan buat branch manager setiap Kota dan Kabupaten. Kami membuka peluang untuk pendaftaran District Manager dan Marketing Manager untuk seluruh wilayah NTT. Kita akan bekerja bersama-sama untuk edukasi hingga tingkatan paling bawah. Di sini masyarakat dapat paham ekonomi digital dan juga bagaimana memiliki aset digital,” ujarnya.

Para Manager menurutnya, harus member dan punya komitmen luar biasa untuk mengembangkan asset digital economy serta mengikuti semua alur yang ada di dalam Digital Asset Academy (DAC). (kt/tim)

Comments
Loading...