Jembatan Palmerah Pancasila Akan Masuk Agenda Pembahasan di G-20

Reporter : Tim
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA, KORANTIMOR.COM – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marin) RI serius untuk mengagendakan pembahasan Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah dalam pembahasan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang akan diselenggaran di Denpasar Bali. Jembatan yang menghubungkan Kota Larantuka (Pulau Flores) dan Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur – NTT tersebut akan menjadi ikon dunia karena merupakan jembatan pertama di dunia yang menghubungkan dua pulau dengan turbin yang digerakkan arus laut (Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut/PLTAL) sebagai sumber energi baru terbarukan menuju global green energy (energi ramah lingkungan, red) sesuai thema KTT G-20 tahun 2022.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Menko Marin RI dengan beberapa lembaga/instansi terkait, antara lain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT. Tidal Bridge Indonesia pada Selasa (6/7/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

Sesuai agenda, Rapat Koordinasi itu untuk memfasilitasi dan menindaklanjuti pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang menghubungkan Pulau Flores dan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT. Dalam Rapat tersebut, antara lain disepakati bahwa Pembangunan Jembatan dan Pembangkit Listik Tenaga Arus Laut (PLTAL) yang menjadi proyek pertama di Indonesia dan dunia tersebut akan tetap dilakukan dengan/tanpa bantuan hibah.

Baca Juga :  Gubernur VBL Kontrol Ketat Pintu Masuk NTT, Hasilnya NTT Masih Negatif Corona

Bahkan, rencananya proyek Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah tersebut akan diumumkan dalam KTT-G20 dan dibahas dalam rapat-rapat B-20 di Denpasar, Bali nanti karena merupakan ikon proyek penghasil energi baru terbarukan menuju global green energy (energi ramah lingkungan, red) sesuai thema KTT G-20.

  • Bagikan