Usaha Kapal PT. Flobamor Rugi Rp 1,3 M Walau Disubsidi Pempus Rp 17,1 M

Reporter : Tim
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG, KORANTIMOR.COM – PT. Flobamor mendapat Subsidi senilai Rp 17.117.801.032 (Rp 17,1 M) dari Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan untuk operasional 2 unit Kapal Motor Penyeberangan (KMP) yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT pada Tahun Anggaran 2019. Walaupun mendapat Subsidi sekitar Rp 17,1 Miliar, namun BUMD yang Core Business (bisnis utama, red) adalah usaha kapal penyeberangan tersebut melaporkan kerugian usaha kotor (dari 3 KMP, red) sebesar Rp 1.381.504.143 pada Tahun 2019.

Demikian informasi dari Laporan Keuangan dan Neraca Laba/Rugi PT. Flobamor TA 2019 yang diperoleh yang diperoleh Tim Media ini.

Swipe up untuk membaca artikel

Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT. Flobamor, Agustinus Z. Bokotei dan Budhy S. Karsidin (Direktur Operasional saat itu, red) tersebut, ditulis Total Pendapatan Usaha sebesar Rp 21.431.479.009. Total Pendapatan Usaha sekitar Rp 21,4 Miliar tersebut berasal dari :
(1) Pendapatan Subsidi Kapal sebesar Rp 17.117.801.032 (Rp 17,1 M)
(2) Pendapatan Tiket (dari penjualan tiket 3 KMP, red) sebesar Rp 4.294.664.309 (Rp 4,2 M)
(3) Pendapatan Lain-Lain sebesar Rp Rp 13.663.690 (Rp 13,6 Juta)
(4) Pendapatan Non Operasional sebesar Rp 5.329.009 (Rp 5,3 Juta).

Baca Juga :  Temuan BPK, Diduga PT. Flobamor Tidak Setor Deviden Rp 1,6 M ke Pemprov NTT

Berdasarkan Laporan Laba Rugi PT. Flobamor Per 31 Desember 2019, dilaporkan bahwa Total Pendapatan Usaha sebesar Rp 21.431.479.009 (Rp 21,4 M). Potongan Pendapatan sebesar Rp 27.277.188 (Rp 27,2 Juta). Dengan demikian, Pendapatan Bersih (Usaha Penyeberangan, red) PT. Flobamor sebesar Rp 21.404.201.821.

  • Bagikan