Bupati Sikka Bantah Opini WTP Sebagai Gimik Menutupi Dugaan Korupsi

Reporter : Tim
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

SIKKA, KORANTIMOR.COM – Bupati Sikka, Roby Idong membantah dugaan pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka Tahun 2021, itu sebagai gimik (atau trik) menutupi kasus dugaan korupsi dana Biaya Tak Terduga (BTT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Tahun 2021.

Demikian disampaikan Bupati Idong kepada media ini via pesan WhatsApp/WA pada Rabu (23/06/2022) pukul 09.34 Wita mengklarifikasi pernyataan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, S.H bahwa pemberian opini WTP BPK ke Pemda Sikka Tahun 2021 sebagai gimik.

Swipe up untuk membaca artikel

“Ya itu tdk benar (pemberian opini WTP Dari BPK ke Pemda Sikka Tahun 2021 sebagai gimik tutupi dugaan korupsi dana BTT BPBD Sikka Tahun 2021 dan menguntungkan Bupati Idong menuju periode kedua Pilkada Sikka, red). Ada mekanisme pemeriksaan dan tindaklanjut temuan (BPK RI, red),” tulisnya.

Bupati Idong juga membantah dugaan  adanya aliran dana BTT BPBD Sikka Dari total Rp 988 Juta kepadanya. “Tidak ada aliran (dana BTT BPBD Tahun 2021, red) ke Bupati Sikka,” tegasnya.

Baca Juga :  PEREKAT NUSANTARA Kecam Keras Kebohongan Saor Siagian Tentang Pernyataan Petrus Selestinus

Seperti diberitakan tim media ini sebelumnya (22/06/2022), Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menilai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka Tahun 2021 hanyalah sebuah gimmick (trik) untuk menutupi kasus dugaan korupsi Dana Biaya Tak Terduga (BTT) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Tahun 2021 senilai Rp.988.765.648, yang menyeret mama Bupati Sikka, Roby Idong dan sejumlah bawahannya.

“Opini WTP BPK RI NTT untuk Pemda Sikka patut diduga sebagai gimmick bagi Robi Idong, karena antara Opini WTP dan fakta-fakta temuan BPK bertolak belakang 180 derajat. Patut dipertanyakan siapa yang bayar siapa hingga Opini WTP yang kontroversial ini diterbitkan? Siapa yang menipu siapa? Ini jelas tidak memberikan pendidikan politik yang baik, membodohi masyarakat Sikka dan ASN di Sikka demi gimik sesaat Robi Idong,” tulis Selestinus.

  • Bagikan