Pemberdayaan Produk Petani Garam Halus Tanah Merah Oebelo Menjadi Produk Olahan Home Industry

Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

                      Oleh; Daud Pulo Mangesa’
           Dosen Teknik Mesin Bidang Industri- Undana Kupang

KORANTIMOR.COM – Masyarakat dalam aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, dapat dengan melihat peluang dan potensi yang ada di wilayah dimana mereka hidup. Di dalam suatu wilayah pasti ada sesuatu potensi yang dapat dikelolah/didayagunakan menjadi mata pencaharian yang menopang keutuhan hidup setiap rumah tangga, yakni seperti kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan lainnya.

Swipe up untuk membaca artikel

Masyarakat petani garam halus di Desa Tanah Merah dan Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dalam memenuhi kebutuhan hidup, mereka mengelola garam krosok menjadi garam halus.

Proses mengolah garam krosok menjadi garam halus merupakan aktifitas tradisional yang dilakukan mereka secara turun temurun hingga saat ini. Aktifitas ini dilakukan dengan beberapa proses sebagaimana diperlihatkan dalam gambar berikut ini:

Pada proses pertama, disiapkan bahan baku berupa garam krosok yang diperoleh dari para petani garam di tambak. Setelah bahan baku tersedia, proses selanjutnya adalah menyiapkan wadah yang akan dijadikan sebagai tempat untuk mencairkan garam krosok tersebut.

Baca Juga :  Pemda Sabu Raijua Diminta Jual Garam yang Menumpuk

Proses pencairan ini dimaksudkan untuk mengendapkan lumpur atau kotoran yang terdapat dalam garam krosok dan menghasilkan cairan garam yang bersih. Setelah proses kedua dilakukan, maka dilanjutkan dengan proses ketiga yaitu proses memasak.

Proses memasak ini dilakukan dengan membuat wadah masak yang terbuat dari seng plat atau stainless. Setelah proses memasak garam dilakukan, selanjutnya dilakukan pentirisan pada suatu wadah pentirisan yang terbuat dari bakul atau wadah lain pentirisan yang telah disiapkan.

Proses yang terakhir dilakukan oleh para petani garam halus adalah mempersiapkan produk untuk dijual dengan dengan beberapa cara. Ada yang menjual dengan cara dipajang di pinggiran jalan. Ada yang menjual dengan cara dibawah ke pasar-pasar, bahkan ada yang menjual keliling dari kampung ke kampung.

Penulis melihat proses pengolahan garam halus di Oebelo dan Tanah Merah sebagai aktifitas yang penting dan perlu untuk ditindaklanjuti dengan melakukan mixer garam halus, dan dengan menambahkan KIO3 sehingga menjadi produk garam halus beriodium sehingga menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai tambah.

Baca Juga :  Tingkatkan Produksi Jagung, Pemprov NTT Pacu Program TJPS

Proses mixer garam ini dilakukan dengan suatu teknologi tepat guna yang dihasilkan melalui suatu kajian ilmiah yaitu Rancang Bangun Mesin Mixer Iodisasi Garam Halus Dengan Sistem Injeksi KIO3 Skala Home Industry.

Dalam kajian ilmiah ini, yang dilakukan Penulis dan Mahasiswa adalah menghasilkan suatu alat yang akan memproduksi produk garam halus beriodium sesuai standar yang ada. Alat dimaksud bertujuan untuk mengolah garam hasil produksi petani garam halus yang ada di dua wilayah tersebut. Mesin mixer garam ini diproduksi untuk menghasilkan garam halus beriodium yang layak untuk dikonsumsi kalayak masyarakat.

Mesin mixer garam halus ini terdiri dari beberapa komponen antara lain ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Pada saat mesin dihidupkan terjadi transfer daya, dimana sebelum memutar poros pengaduk, putarannya direduksi dengan sebuah gearbox, kemudian dari gearbox ke poros yang berfungsi sebagai poros pengaduk garam halus dalam wadah pencampuran. Sedangkan untuk proses Iodisasi, itu terjadi pada saat proses pengadukan. Lalu dilakukan injeksi KIO3 dengan menggunakan suatu pompa injeksi sampai zat KIO3 habis. Pengadukan berlangsung sampai waktu yang ditetapkan. Setelah itu produk dikeluarkan melalui hopper out dan selanjutnya dilakukan proses penimbangan dan pengemasan menjadi produk kemasan siap jual. (*)

  • Bagikan