Opini WTP Pemda Sikka Tahun 2021 Dinilai Hanya Gimik Menutupi Dugaan Korupsi Dana BTT Rp 988 Juta

Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

Petrus Selestinus bahkan berpandangan, bahwa predikat WTP yang diberikan BPK RI Cabang NTT pada saat beberapa pejabat Pemda Sikka tengah menghadapi penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi sebagaimana dimaksud menimbulkan tanda tanya besar. Ia bahkan menduga predikat WTP lahir dari sebuah transaksi KKN antara Bupati Robi Idong atau orang yang berada di bawah tanggung jawabnya dengan oknum BPK untuk membranding Robi Idong menuju periode kedua Pilkada Kabupaten Sikka.

Petrus menegaskan, bahwa Bupati Roby Idong selaku Kepala Pemda Sikka yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk mengelola Keuangan Daerah menurut UU No.17 Tahun 2003, seharusnya menuntut BPK RI untuk menarik kembali opini WTP tersebut, mengingat adanya temuan-temuan penyimpangan dan penyalahgunaan Keuangan Daerah Kabupaten Sikka. Atau sebaliknya Robi Idong perlu dengan tegas meminta BPK membatalkan LHP BPK soal temuan penyimpangan penggunaan keuangan tersebut dengan alasan ada Opini WTP. Karena ini bakal menjadi bukti persekongkolan jahat di antara BPK dan Bupati Roby Idong.

“Karena antara opini WTP dengan temuan penyimpangan sebagaimana LHP BPK, tidak koheren bahkan bertentangan secara substantif,” tandasnya.

Lebih lanjut Petrus Selestinus mengungkapkan, bahwa pengakuan Bendahara BPBD Sikka soal penyimpangan penggunaan BTT senilai Rp.988.765.648 dengan alat bukti sejumlah kwitansi sangat memalukan. Karena Bupati Robi Idong (selaku penanggungjawab Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Sikka) dan sejumlah bawahannya (ajudan dan Kalak BPBD Sikka) diduga masuk dalam deretan penerima dana tersebut.

  • Bagikan