Pemda Malaka Dinilai Belum Punya Grand Design Terkait Program Swasembada Pangan

Reporter : Boni
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

BETUN, KORANTIMOR.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malaka yang dipimpin Bupati Dr. Simon Nahak, S.H.MH dan Kim Taolin dinilai dan bahkan diduga belum memiliki grand design tentang Program Swasembada Pangan di Kabupaten Malaka. Pemda Malaka juga dinilai belum memiliki definisi jelas apa itu Program Swasembada Pangan dalam konteks daerah Kabupaten Malaka.

Demikian tanggapan kritis Ketua Komisi II DPRD Malaka, Bernadette L. Seran, SP saat dijumpai wartawan di Betun seusai RDP DPRD bersama Pemda Malaka pada Jumat (10/06/2022).

Swipe up untuk membaca artikel
Ketua Komisi II DPRD Malaka, Bernadette L. Seran, SP

”Kita baru tahu dari Dinas Pertanian saat RDP di Dewan. Ternyata dari hasil RDP dengan dinas pertanian, baru diketahui bahwa belum ada grand design terkait Swasembada Pangan. Pemahaman Dinas tentang Swasembada Pangan itu pun baru sebatas Pengadaan bibit, Pupuk dan obat-obatan sehingga penjelasan Bupati Malaka tentang hal ini patut dilakukan,” tegasnya.

Menurut Bernadette, belum adanya definisi yang jelas dan tegas serta kontekstual tentang program tersebut menimbulkan beragam pemahaman soal Swasembada Pangan dan dapat berdampak pada kegagalan program pemda Malaka itu sendiri.

Baca Juga :  Bupati Malaka dan Kadis Nakertrans Diminta Turun Langsung ke Medan dan Cek Kebenaran PMI Ilegal Asal Malaka

”Jadi sebelum berlangkah jauh, kita minta pemerintah (Pemda Malaka, red) fokus menyampaikan definisi Swasembada Pangan, Grand Design sebagai indikator untuk menyampaikan standard perencanaan program,” ujarnya.

  • Bagikan