Kejati NTT Diminta Tidak ‘Anak Emaskan’ Hemus Taolin, Tetapi Segera Tangkap dan Adili

Reporter : kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG, KORANTIMOR.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tidak meng-anak-emas-kan alias mengistimewakan Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) atau Hemus Taolin dalam penangangan hukum kasus dugaan korupsi milyaran rupiah (kurang lebih Rp 20 Milyar, red) akibat monopoli pengerjaan sejumlah proyek jalan pada tiga wilayah di NTT (Kabupaten TTS, TTU, dan Belu). Sebaliknya, mereka meminta Kejati NTT segera menangkap dan mengadili HT, karena penangangan kasus HT oleh Kejati NTT sudah lama dan tanpa progres hasil yang jelas.

Permintaan tersebut disampaikan sejumlah perwakilan organisasi Pegiat Anti Korupsi wilayah TTU yang terdiri dari GARDA TTU (Paulus Modok), Lakmas CW (Viktor Manbait), FRAKSI TTU (Welem Oki), dan Advokat (Joni Tulasi) dalam rilis tertulis kepada tim media ini seusai mendatangi Kantor Kejati NTT pada Jumat (03/06/2022) guna menanyakan progres penanganan kasus dugaan korupsi pengerjaan sejumlah proyek APBD dan APBN yang menjerat HT.

Para pegiat anti korupsi dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang terdiri dari perwakilan sejumlah organisasi yaitu GARDA TTU (Paulus Modok), Lakmas CW (Viktor Manbait), FRAKSI TTU (Welem Oki), dan Advokat (Joni Tulasi) saat mendatangi Kantor Kejati NTT (03/06) pukul 12.40 Wita

“Kita masyarakat NTT meminta dengan tegas kepada Kejati NTT agar segera tangkap Hironimus Taolin karena kasus dugaan Korupsi yang dilakukan Hemus (Hironimus Taolin) jumlahnya milyaran (kurang lebih Rp 20 Milyar, red) dan kasus ini sudah lama menjadi perhatian publik di NTT,” tulis para pegiat anti korupsi di TTU.

  • Bagikan