Aktivis Anti Korupsi Minta KPK Ambil Alih Kasus MTN Rp 50 Milyar, Karena Didiamkan Kejati NTT

Reporter : Tim
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA, KORANTIMOR.COM – Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) segera mengambil Alih penanganan kasus dugaan kerugian negara/kerugian daerah senilai Rp 60,5 Milyar, akibat pembelian medium termasuk note (MTN) senilai Rp 50 Milyar bank NTT dari PT. SNP (Subprima Nusantara Pembiayaan). Alasannya, karena terkesan penanganan kasus MTN oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah kepemimpinan Kajati NTT, Hutama Wisnu berjalan di tempat, bahkan (diduga) dipetiesian.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabrial Goa

Hal ini disampaikan oleh Ketua KOMPAK Indonesia sekaligus Pembina Padma Indonesia, Gabrial Goa dalam rilis tertulis kepada tim media ini pada Jumat (20/05/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Pertama, kami mendesak KPK RI untuk mengambilalih penanganan perkara kasus pembelian MTN Rp 50 Milyar Bank NTT dari PT. SNP yang dipetieskan bahkan diesbatukan oleh Kejati NTT dan wajib diambilalih KPK RI, karena Kajati NTT yang baru (Hutama Wisnu, red) telah kangkangi Penggiat Anti Korupsi di NTT,” tulisnya.

Baca Juga :  Lakmas Duga Kejati NTT Sengaja Diamkan Kasus Hironimus Taolin

Ketua Kompak Indonesia juga mendesak Jaksa Agung RI, Prof. Dr. ST. BURHANUDDIN, SH., MM untuk segera mencopot Kejati NTT, Hutama Wisnu karena diduga ‘membekukan’ alias mendiamkan kasus MTN Rp 50 Milyar bank NTT yang sudah lama ditangani Kejati NTT.

“Mendesak Anggota Komisi III DPR RI Dapil NTT untuk mendorong segera memanggil Jaksa Agung, Kajati NTT dan KPK RI untuk meminta pertanggungjawaban mereka terkait penanganan kasus-kasus pada Bank NTT,” ujarnya.

  • Bagikan