Memahami Narasi (MTN) Alfred Baun, Mencerahkan atau ‘Sesat Pikir’?

  • Bagikan
Koran Timor

Oleh Yohanes Hegon Kelen Kedati (Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT

Swipe up untuk membaca artikel

 

KORANTIMOR.COM – Para pemerhati hukum, para wartawan, pegiat antikorupsi, para aktivis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat NTT yang selama ini mengawal proses hukum kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) dari PT. Sunprima Nusantra Pembiayaan (SNP) senilai Rp 50 Milyar oleh Bank NTT yang telah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi NTT, dibuat kaget dengan pernyataan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi), Alfred Baun. Hal ini karena dalam jumpa pers yang dilakukan Araksi menanggapi kasus MTN yang kunjung selesai, Ketua Araksi, Alfred Baun menyatakan bahwa kasus MTN itu murni resiko bisnis.

Pernyataan Alfred di atas sentak membuat kaget banyak pihak di tengah mandeknya proses hukum kasus MTN di Kejaksaan Tinggi Kupang. Kasus MTN telah berlarut-larut tanpa ada progress berarti dan sampai hari ini belum ada kepastian hukum penetapan tersangka kasus ini.

Baca Juga :  Masyarakat Jangan ‘Digoreng’ Opini Menyesatkan Tentang Kasus MTN PT. SNP Rp 50 Milyar Bank NTT

Tulisan ini hadir untuk menanggapi pernyataan saudara Alfred Baun yang dapat ditonton pada video pernyataan Alfred Baun dengan judul, “Soal 50 Milyar MTN Bank NTT, Alfred Baun Araksi NTT, Itu Murni Resiko Bisnis. Video itu dapat di lihat pada link berikut: https://youtu.be/Q-ZmoXMoQkI.

Berikut transcript pernyataan Alferd Baun terkait MTN

  • Bagikan