Hermeneutika MTN Rp 50 Milyar Bank NTT

  • Bagikan
Koran Timor

Oleh Yohanes Hegon Kelen Kedati (Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT

 

Swipe up untuk membaca artikel

KORANTIMOR.COM – Kasus dugaan kerugian keuangan negara atau daerah akibat pembelian Medium Term Note (MTN) dari PT. Sunprima Nusantra Pembiayaan (SNP) senilai Rp 50 milyar oleh Bank NTT yang telah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi NTT telah berlarut-larut tanpa ada progress berarti dan kepastian hukum penetapan tersangka kasus ini. Semakin berlarut-larut, penulis mengamati bahwa kasus ini diduga diupayakan (oleh oknum) untuk ‘dihilangkan’ dari ingatan publik NTT dan diupayakan untuk ‘diplintir’ narasinya oleh oknum-oknum tertentu agar kasus ini perlahan ‘dibersihkan’.

Melalui tulisan ini, penulis hendak mengajak segenap masyarakat NTT untuk membaca, menganalisis bersama kasus MTN Rp 50 Milyar ini dengan sebuah cara hermeneutika. Ada beberapa harapan terkait usaha menerapkan hermeneutika pada kasus MTN ini antara lain: 1) agar dapat ditemukan sebuah interpretasi yang ‘sama’ dari kemungkinan interpretasi yang mungkin akan beragam. 2) mengantisipasi narasi MTN yang dibangun oleh oknum-oknum tertentu yang tidak berdasarkan pembacaan ‘teks MTN’ secara utuh yang mencoba mengkonstruksi dan mempolitisir ‘teks MTN’ 3) dengan usaha hermeneutika (hukum) ini diharapkan proses hukum kasus dugaan korupsi pembelian surat berharga jangka menengah atau MTN oleh bank NTT dari PT. SNP dapat menemukan titik terang, jalan keluar di tengah kebuntuan atau ‘pembutuan’ oleh oknum tertentu.

Baca Juga :  Gagal Selesai Jalan Bokong-Lelogama, Gubernur Laiskodat Istimewakan Kontraktor
  • Bagikan