Tolak Jadi TEKODA, Pemred TIMORline.Com Surati Bupati Malaka

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

BETUN, KORANTIMOR.COM – Pemimpin Redaksi (Pemred) media online TIMORline.com Cyriakus Kiik menolak menjadi tenaga kontrak daerah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2022. Penolakan itu tertuang dalam Surat bernomor Khusus tertanggal 6 April 2022 yang Kiik tujukan kepada Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak., S.H.,MH.

Demikian rilis tertulis Kiik yang diterima tim media ini pada Senin (08/05/2022), tentang suratnya ke Bupati Malaka terkait penolakan dirinya menjadi Tekoda.

Swipe up untuk membaca artikel

“Surat penolakan itu untuk menanggapi Surat Keputusan Bupati Malaka Simon Nahak Nomor: 24/HK/2022 tertanggal 10 Januari 2022 Tentang Pengangkatan Tenaga Kontrak Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2022 dan Surat Nomor: BKPSDM.870/0341/1/2022
tertanggal 29 Maret 2022, Perihal: Pengiriman SK Tenaga Kontrak Daerah TA. 2022 yang ditujukan kepada Pimpinan Perangkat Daerah se-Kabupaten Malaka yang ditandatangani Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka Carlos Monis, SH berikut Lampiran-nya,” tulisnya.

Menurut Kiik, dalam SK Bupati Simon itu terdapat namanya sebagaimana tersebut dalam Lampiran Surat Keputusan tersebut, dirinya ditempatkan di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malaka sebagai Tenaga Administrasi.

Baca Juga :  Emanuel Bria dan Aleta Baun Harumkan Nama PKB Tanam Ribuan Anakan Pohon, DPC PKB Malaka Malah Absen

“Saya  sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati  Simon yang telah memberikan perhatian kepada saya sebagai anak Rai Malaka untuk menjadi Tenaga Kontrak Daerah Tahun Anggaran 2022. Tapi saya memilih untuk lebih fokus melaksanakan tugas profesi sebagai wartawan, juga sebagai Direktur Utama PT Pena Timor Mandiri dan Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab Media Online TIMORline.com, Timortoday.id dan BisnisNusantara.com,” ungkapnya.

Mantan wartawan Suara Timor Timur-Dili dan Pemimpin Redaksi Harian Suara Masyarakat-Kupang  juga  memohon maaf  yang sebesar-besarnya kepada Bupati Simon dan seluruh jajarannya. Khususnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malaka Dr Yohanes Bernando Seran, SH, MHum terkait pilihannya menolak menjadi Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Malaka TA 2022.

Wartawan yang juga adalah kontributor Majalah Berita Mingguan (MBM) TEMPO Jakarta untuk wilayah NTT dan Timor Timur (semasa integrasi, red) itu tetap meminta  dukungan penuh masyarakat Kabupaten Malaka terhadap Bupati Dr. Simon Nahak dan Wakil Bupati Louise Lucky Taolin, SSos, terutama program-programnya demi kesejahteraan rakyat Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Wartawan Dianiaya Seusai Jumpa Pers Terkait Deviden PT. Flobamor Rp 1,6 Milyar

Ia juga mohon sinergitas Pemerintah Kabupaten Malaka dan masyarakat serta semua pemangku kepentingan dan pegiat pers di Kabupaten Malaka untuk tetap satu hati berkarya untuk membangun Kabupaten Malaka menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kiik menjelaskan, suratnya itu  ditembuskan ke Kepala BKPSDM Kabupaten Malaka dan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Malaka.  “Suratnya sudah saya berikan dan diterima pak Kaban Kesbangpol Kabupaten Malaka Dr Yohanes Bernando Seran, SH, MHum pada 11 April 2022,” ujarnya.

Kiik menjelaskan pula,  bahwa surat tersebut dimaksudkan agar ada ketegasan dan kepastian bagi publik, khususnya bagi pihak eksekutif dan legislatif Kabupaten Malaka terkait statusnya, bahwa ia lebih memilih menjadi wartawan daripada menjadi Tekoda. Karena sejak dikeluarkannya SK Tekoda tersebut, ia menemukan ada pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemkab Malaka dan anggota DPRD Malaka menolak diwawancarai wartawan.

“Om, om masih wartawan atau sudah masuk tenaga kontrak daerah. Kalau masih wartawan, boleh wawancara. Kami layani. Tapi kalau sudah masuk  tenaga kontrak daerah, kami tidak layani wawancara. Nanti sudah wawancara om muat di media mana”, bebernya mengulang kalimat salah satu pimpinan perangkat daerah dan anggota DPRD Malaka.

Baca Juga :  Bawa Nama Gubernur, Oknum Wartawan di Ende Minta Uang ke Bupati

Kiik mengungkapkan, sejak SK Tekoda Kabupaten Malaka TA 2022 diumumkan Bupati Simon pada 29 Maret 2022, setidaknya ada 17 wartawan di Kabupaten Malaka yang diakomodir menjadi Tekoda. (kt/tim)

  • Bagikan