Jurnalisme Anti Korupsi Ala Fabi Latuan, Siapa Yang Paling Merasa Dirugikan?

  • Bagikan
Koran Timor
Yohanes Hegon Kelen, Ketua Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK) dan Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT

Oleh Yohanes Hegon Kelen Kedati (Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT

 

Swipe up untuk membaca artikel

Jurnalisme Anti Korupsi Ala Fabi Latuan

Nama Fabi Latuan seketika viral memenuhi jagat pemberitaan media lokal di NTT dan Nasional sepanjang dua pekan terakhir sejak tanggal 26 April hingga awal Mei 2022, setelah dirinya nyaris kehilangan nyawa akibat dikeroyok 6 orang preman bercadar di gerbang masuk/keluar Kantor Perusahaan Daerah (PD) PT.Flobamor di Jalan Teratai Nomor 5 Naikolan Kota Kupang. Peristiwa itu terjadi seusai Fabi dan 10 wartawan lainnya mengikuti kegiatan jumpa pers bersama jajaran Direksi dan Komisaris PD Flobamor terkait Deviden Rp 1,6 Milyar yang diduga tidak disetor PD Flobamor ke Pemprov NTT. Peristiwa itu menggegerkan dunia pers Indonesia dan publik NTT pada khususnya serta masyarakat luas.

Kasusnya mengundang reaksi protest para pegiat pers (wartawan dan media serta organisasi wartawan dan organisasi media) di NTT dan Nasional serta organisasi-organisasi masyarakat sipil (pegiat anti korupsi) dan mahasiswa hingga politisi dan advokad serta organisasi budaya, dsb. Mereka menuntut Polda NTT dan Polresta Kupang menangkap para pelaku dan mengusut motif serta kemungkinan dalang dibalik kasus percobaan pembunuhan tersebut. Singkatnya, kasus penganiyaan wartawan Fabi Latuan mendapat atensi dan kecaman berbagai pihak di seluruh belahan negeri ini. Pertanyaannya, siapakah wartawan Fabi Latuan itu dan apa saja yang dilakukan hingga dirinya seketika menjadi target percobaan pembunuhan para preman?

Baca Juga :  Perkuat Silaturahmi, KODIM 1604/Kupang dan Insan Pers Melaksanakan Afternoon Tea Bersama
  • Bagikan