Kejati NTT Diduga Kompromistis Terkait Proses Hukum Direktur PT. SKM

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KEFAMENANU, KORANTIMOR.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai bahkan diduga kompromistis dengan tekanan pihak tertentu (baik politik maupun daya lain kekuasaan, red) yang bertujuan memperlambat proses pemeriksaan terhadap Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) terkait kasus dugaan korupsi akibat monopoli sejumlah proyek pengerjaan jalan pada tiga Kabupaten di NTT (proyek jalan Kapan-Nenas di Kabupaten TTS senilai Rp 18,6 Milyar, proyek jalan Kefa-Eban di Kabupaten TTU senilai Rp 20 Milyar dan proyek lain di Kabupaten Belu). Alasannya, kasus HT sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan, tetapi kelanjutan penanganan kasus tersebut terkesan lelet dan bahkan didiamkan.

Demikian pernyataan Ketua Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi (CW) dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini pada Jumat (22/01/2022), menanggapi progres pemeriksaan lanjutan Direktur PT. SKM terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel
Ketua Lakmas CW, Viktor Manbait

“Kita minta Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT tidak boleh layu lagi dalam proses penegakan hukum atas Direktur PT Sari Karya Mandiri, Hironinus Taolin (HT) dalam kasus korupsi sejumlah projek pada 3 kabupaten bernilai belasan milyar itu. Sekarang sudah tanggal 22 April 2022, sudah molor lagi pemeriksaan lanjutan atas HT oleh Kejati NTT dari jadwal sebelumnya akan diperiksa pada tanggal 18 April 2022. Ada alasan apa lagi ini? Mengapa penanganan kasus ini, kejaksaan (Kejati NTT, red) seakan begitu kompromistis dengan Direktur PT. Sari Karya Mandiri ini?” tulisnya.

Baca Juga :  BP2JK NTT Diminta Batalkan Pemenang Tender Jalan Nasional Rp 32 M
  • Bagikan