Kasus Hironimus Taolin Naik Status Ke Penyidikan

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG – KORANTIMOR.COM – Kasus dugaan korupsi (yang diduga) akibat monopoli pengerjaan sejumlah proyek pada 3 (tiga) wilayah di Nusa Tenggara Timur/NTT yang menyeret nama Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S.H., MH melalui Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H., MH saat dikonfirmasi tim media ini via pesan WhatsApp/WA pada Senin(11/04/2022) terkait hasil pemeriksaan Kajati NTT terhadap HT pada Jumat (10/04).

Swipe up untuk membaca artikel
Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H., MH

“Kasus (dugaan korupsi pengerjaan sejumlah proyek di NTT yang melibatkan HT, red) sdh (sudah) penyidikan,” tulisnya singkat.

Terkait apakah HT sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, Abdul Hakim mengaku belum tahu. “Kalo (kalau) mslh (masalah) itu belum tau juga Krn (karena) sy (saya) blm (belum) konfirmasi ke penyidik,” ungkapnya.

Abdul Hakim juga mengatakan tidak tahu terkait informasi dugaan adanya tawaran dari Kuasa Hukum HT kepada Kejati NTT agar HT menjadi Justice collaborator, guna membongkar keterlibatan oknum lain. “Kalo info itu (tawaran justice collaborator dari HT ke Kejati NTT, red) nanti sy (saya) tanyakan ke penyidik ya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kadis PUPR NTT: "Saya Perintahkan Bongkar Jalan Bealaing-Mukun-Aegela Bila Agregat Tidak Sesuai Spek"

Abdul Hakim juga mengungkapkan, bahwa terkait pemeriksaan Direktur PT. SKM pada Jumat lalu, HT ‘dihujani’ 34 pertanyaan. Namun karena gangguan kesehatan, HT minta pemeriksaannya dilanjutkan minggu depan.

  • Bagikan