Menko PMK Minta Pemkot Kupang Atur Penyerahan Huntap Kepada Warga Korban Seroja

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG – KORANTIMOR.COM – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia (RI), Muhadjir Effendy meminta Kementrian PUPR dan Pemerintah Kota Kupang segera menyiapkan huntap yang sudah selesai dan mengatur penyerahan huntap kepada warga Kota Kupang korban bencana badai Seroja April 2021 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy saat meninjau proyek pembangunan Hunian Tetap (huntap) bagi warga korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, NTT, pada Rabu (23/03/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya minta kalau sudah tidak ada masalah, segera diserah-terimakan (dari Kemen-PUPR) ke Pemkot agar segera diatur, sebelum nanti warga khawatir dan secara sepihak masuk ke rumah tidak beraturan,” jelasnya.

Menurutnya, bagi korban terdampak berat yang belum mendapatkan rumah, akan dilakukan lanjutan pembangunan tahap berikutnya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Mengingat saat ini baru 173 korban yang mendapatkan huntap dari total 405 korban terdampak berat.

“Jumlahnya masih cukup besar, jadi saya minta warga untuk sabar, karena pemerintah pasti akan memperhatikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Cia Rondo, Finalis Puteri Cilik 2020 Minta Restu Walikota Kupang

Muhadjir Effendy mengungkapkan, pihaknya akan segera berdiskusi dengan pemerintah setempat (Pemkot Kupang, red) terkait bantuan dana tunggu tahap dua bagi warga terdampak berat dan yang belum cair.

“Kalau dana stimulan untuk korban yang tidak relokasi sudah turun semua. Tinggal dievaluasi dan dipastikan apakah korban berhak atau tidak, nanti diicek ulang, baru diserahkan,” bebernya.

Menurut Menko PMK, huntap tersebut disiapkan untuk para korban badai Seroja yang rumahnya terdampak berat dan mendesak untuk pindah.

“Bagi yang terdampak tapi tidak harus pindah (ringan dan sedang), tetap diberi stimulan berupa bantuan uang tunai untuk membangun kembali hunian,” jelas Muhadjir.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK didampingi Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, Direktur Jendral Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTT dan NTB Widiarto.

Huntap ini menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), luas tanahnya 9×12 meter dan konstruksi tanah sudah sesuai standar tahan gempa. ungkap Widarto.

Baca Juga :  Walikota Kupang Antar 3 Keluarga Masuk Rumah Baru Hasil Program Bedah Rumah

Untuk diketahui, ada sebanyak 173 Huntap yang saat ini dibangun di Kelurahan Manulai II, Kec. Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Secara keseluruhan Pembangunan Hunian Tetap relokasi pasca bencana Badai Siklon Tropis seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.922 unit yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota.

Pembangunan Huntap tersebut berproses cukup cepat dengan progresnya saat ini telah mencapai 88,65 persen atau hampir 90 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2022 mendatang.

Saat ini huntap tersebut sudah tersedia Infrastruktur seperti air bersih, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jalan lingkungan dan sanitasi. (kt/tim)

Sumber: Tim
  • Bagikan