Warganet Ungkap 7 Fakta Keterlibatan Fadli Zon Dan Fahri Hamzah Dalam Dugaan Pendanaan Terorisme

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA – KORANTIMOR.COM – Ada tujuh fakta versi warganet mengungkap keterlibatan Fadli Zon dan Fahri Hamzah dalam dugaan pendanaan terorisme di Indonesia. Warganet mengungkap dugaan Fadli Zon dan Fahri Hamzah berperan membantu pendanaan kegiatan terorisme di Suriah, pada 28 Maret 2015 melalui Angga Dimas Pershada dari HASI, sebuah organisasi yang terafiliasi dengan Organisaai Teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Demikian disampaikan Koordinator TPDI & Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila/FAPP dalam rilis tertulis kepada tim media ini pada Rabu (23/03/2022).

Swipe up untuk membaca artikel
Koordinator TPDI & Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila/FAPP, Petrus Selestinus, S.H., MH

“Warganet mengungkap nama Fadli Zon dan Fahri Hamzah sebagai telah membantu pendanaan kegiatan terorisme di Suriah, pada 28/5/2015 melalui Angga Dimas Pershada dari HASI, sebuah organisasi yang terafiliasi dengan Organisaai Teroris Jamaah Islamiyah (JI),” tulisya.

Menurut Petrus Selestinus, ketujuh fakta dimaksud warganet antara lain yaitu:

1. Angga Dimas Pershada adalah pimpinan HASI, sebuah organisasi teroris terlarang yang berafiliasi kepada Jamaah Islamiyah (JI) sejak 2011 dan sekarang sudah ditangkap Densus 88;

Baca Juga :  Mendagri dan Gubernur NTT Dinilai Bodohi Publik Terkait Pengesahan Pengangkatan Wabub Ende

2. Fadli Zon dan Fahri Hamzah telah menyerahkan dana 20.000 USD melalui dan/atau diterima oleh Angga Dimas Persadha selaku pimpinan HASI, pada 28 Maret 2015 di Gedung DPR RI;

3. Nama Angga Dimas Pershada masuk dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) No. P-a1/2040/XI/2015, Tanggal 30 November 2015.

4. HASI adalah bagian dari jaringan teroris JI sebagai organisasi terlarang oleh PBB dan juga oleh Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 2015;

5. Fadli Zon tidak mendukung Densus 88 memberantas teroris bahkan menuntut Densus 88 dibubarkan;

6. Fadli Zon dan Fahri Hamzah atas nama jabatannya selaku Wakil Ketua DPR RI memberikan bantuan dana kepada HASI.

7. Angga Dimas Pershada, terduga teroris dari HASI telah ditangkap Densus 88 tanggal 9 Maret 2022 yang lalu.

Ke 7 (tujuh) fakta sosial tersebut, kata Petrus Selestinus, perlu dikembangkan menjadi alat bukti hukum melalui tindakan kepolisian berupa “penangkapan” terhadap Fadli Zon dan Fahri Hamzah demi kepentingan pembuktian atas dugaan Pendanaan Terorisme sebagai suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan penjara oleh UU No. 9 Tahun 2013, Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Baca Juga :  Kasatker Jalan Nasional IV NTT Dimosi Tidak Percaya Puluhan Pegawainya

Implikasinya Terhadap Partai dan DPR RI
Menurut Petrus Selestinus, baik Fadli Zon maupun Fahri Hamzah ketika menyerahkan dana bantuan dan 20.000 USD kepada HASI, keduanya dalam status Pimpinan DPR RI. Sedangkan di Partai Politik, Fadli Zon adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra dan Fahri Hamzah adalah Sekjen DPP PKS.

“Karena itu, perlu dilakukan penyelidikan dan penyidikan tentang kemungkinan Partai Gerindra dan PKS serta institusi DPR RI terlibat dalam pendanaan terorisme,” tegasnya.

Terduga terorisme Angga Dimas Pershada, lanjut Selestinus, telah ditangkap oleh Densus 88 pada 9 Maret 2022 lalu. Karena itu, sangat beralasan hukum untuk menuntut Densus 88 agar menangkap Fadli Zon dan Fahri Hamzah guna dimintai pertanggungjawban pidana dengan instrumen UU No. 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Tuntutan Penangkapan Fadli dan Fahri bertujuan memastikan apakah benar Fadli Zon dan Fahri Hamzah pada 28 Mei 2015 di Gedung DPR RI pernah memberikan bantuan dana 20.000 USD dan apakah Partai Gerindra dan Partai PKS bisa dimintai pertanggungan jawab dari sisi UU Partai Politik, karena tindak pidana teroris tidak termasuk kualifikasi tindak pidana politik,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengaduan Pemprov ke BK DPRD NTT Dinilai ‘Salah Alamat’

Densus 88, katanya, tidak boleh mundur untuk melakukan tindakan kepolisian mengungkap dugaan keterlibatan Fadli Zon dan Fahri Hamzah dalam Tindak Pidana Pendanaan Terorisme, seperti dimaksud UU No.9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (kt /tim)

  • Bagikan