Pegiat Anti Korupsi Desak Kejati NTT Jemput Paksa Hironimus Taolin

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA – KORANTIMOR.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur  (NTT) diminta (didesak, red) untuk menjemput paksa Dirut PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) yang sudah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan Kejati NTT, terkait dugaan korupsi pengerjaan proyek jalan pada tiga Kabupaten di NTT (di Kabupaten Timor Tengah Utara/TTU: ruas jalan Kefa-Eban senilai Rp 20 Milyar, di Kabupaten Timor Tengah Selatan/TTS: ruas jalan Kapan-Nenas Senilai Rp 15,5 Milyar) serta Kabupaten Belu, NTT.

Demikian disampaikan Yohanes Hegon Kelen Kedati dari organisasi Pegiat Anti Korupsi yang tergabung dalam Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK), dan Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT dalam rilis tertulis kepada media ini pada Senin (14/03/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Kami minta Kejati NTT memerintahkan untuk jemput paksa Hironimus Taolin yang sudah mangkir sebanyak 3 kali dari panggilan Kejati NTT dan usut tuntas kasus dugaan pengerjaan proyek yang terindikasi merugikan negara, yang diduga ada keterlibatan Hironimus,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemenhub RI Diminta Tidak Menangkan Kontrator Bermasalah di Proyek Bandara Ende

Yohanes Hegon Kelen Kedati menjelaskan, bahwa HT juga terlibat kasus suap terhadap Kepala Seksi Penyelidikan (Kasidik) Kejati NTT, Kundrat Mantolas, S.H., MH pada Desember 2021 lalu yang nilainya mencapai Rp 2 Milyar sehingga seharusnya sudah dapat menjadi dasar kuat bagi Kejati NTT menindak tegas HT dengan jemput paksa.

“HT terkesan begitu istimewa dan hampir-hampir tidak tersentuh hukum (Kejati NTT, red) karena diduga dilindungi baik politisi maupun aparat penegak hukum. Kejati NTT perlu memperbaiki citra kejaksaan tinggi NTT yang ternodai karena kasus dugaan suap dan/pemerasan yang melibatkan mantan Kepala Penyidikan Kejati NTT Kundrat Mantolas dan direktur PT. Sari Karya Mandiri, Hironimus Taolin,” ungkapnya.

Hegon Kelen berpendapat, Kejati NTT seharusnya tidak membiarkan HT terus-menerus mangkir alias membangkang terhadap panggilan pemeriksaan Kejati NTT.

“Kejati NTT jangan memberi kesan ke publik seakan ada tekanan pihak tertentu untuk tidak memproses hukum Hironimus Taolin dan melindunginya.  Mata publik NTT sedang menyorot tajam kinerja Kejati NTT dan kredibilitas lembaga Kejati NTT di mata publik sedang turun, sehingga Kejati harus tegas,” jelasnya.

Baca Juga :  GRAK, AMMAN FLOBAMORA dan Formada NTT Desak KPK Periksa Gubernur NTT Terkait Hapus Buku Kerugian MTN Rp 50 M di Bank NTT

Kasus suap, kata Hegon Kelen Kedati, dan atau pemerasan HT yang melibatkan Jaksa Mantolas juga telah disorot tajam oleh Komisi III DPR dalam Rapat Kerja dengan Kejaksaan Agung (17/1/2022).

“Bagi kami, tindakan tercela yang telah dilakukan oleh HT dan Kasidik Kejati NTT, Kundrat Mantolas, membuat tingkat kepercayaan masyarakat NTT terhadap institusi Kejaksaan Tinggi Kupang dalam mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi di NTT menurun. Kami minta bapak kepala kejaksaan tinggi NTT yang baru perintahkan jemput paksa Hironimus,” tegasnya.

Kajati NTT, Hutama Wisnu yang dikonfirmasi melalui Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H., MH via pesan WhatsApp/WA pada Senin (14/03) menanggapi bahwa sementara ini, pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan pada sejumlah jalan di NTT yang melibatkan Dirut PT. SKM, HT masih berjalan. “Perkembangan kasusnya masih berjalan,” tulisnya. (kt/tim)

  • Bagikan