Pelantikan DPD Demokrat NTT Diduga Tanpa Izin Polisi dan Satgas Covid-19, Tapi Dibiarkan 

  • Bagikan
Koran Timor

KOTA KUPANG – KORANTIMOR.COM – Masa simpatisan Jefri Riwu Kore (Jeriko) menilai dan menduga pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa mengantongi izin dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kupang dan tanpa mengantongi izin Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19. Hal tersebut dinilai melanggar instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 22 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3. Sayangnya, Polresta Kupang terkesan membiarkan kegiatan itu tetap dilakukan saat Kota Kupang sedang memberlakukan PPKM Level III.

Demikian disampaikan Koordinator aksi masa simpatisan Jefri Riwu Kore (Jeriko), Herison Aryanto Korea saat memimpin aksi demonstrasi pada acara pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat NTT di Hotel Kristal Kupang, pada Jumat (11/03/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Kegiatan Demokrat itu tanpa izin dari Kepolisian (Polresta Kupang, red) dan tanpa izin dari Satgas (Covid-19 Kota Kupang, red), tetapi Kepolisian masih jaga dan lindungi mereka. Ini jadi pertanyaan, karena Kota Kupang saat ini ada di PPKM level 3. Instruksi Kementerian, untuk sementara tidak boleh ada kegiatan apa pun, termasuk hotel ditutup sementara, tapi ini dibiarkan. Ada apa?” kritiknya.

Baca Juga :  Geram Gegara Sejumlah PAC Demokrat Dipecat, Simpatisan Jeriko Akan Turun Aksi Lagi

Menurutnya, kegiatan pelantikan DPD Demokrat yang diamankan aparat Polresta Kupang telah melanggar Instruksi Kementerian Dalam Negeri  dan Perwali Kota Kupang tentang PPKM Level 3.

Herison lanjut mengeluarkan copyan Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 dan membacakan (Poin O) di hadapan aparat Polresta Kupang, yang menegaskan tentang larangan kegiatan apa pun termasuk kegiatan seminar di hotel dimasa pemberlakukan PPKM Level 3.

Atas dasar tersebut, masa simpatisan Jeriko mendesak pihak Polresta Kupang membubarkan acara pelantikan  ketua DPD Partai Demokrat  NTT, karena acara tersebut dinilai berpotensi besar meningkatkan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

“Kami minta Agar kegiatan ini dibubarkan.Ini bukti bahwa AHY dan Partai Demokrat tidak punya solidaritas terhadap masyarakat NTT khususnya masyarakat Kota Kupang yang sedang berjuang melawan Pandemi Covid-19,” tegas Herison.

Herison menjelaskan, bahwa dirinya dan simpatisan Jeriko sebelumnya sudah meminta Polresta Kupang Kota, agar berkoordinasi  dengan pihak Partai Demokrat supaya acara tersebut tidak diselenggarakan dengan melibatkan banyak orang. Namun, hal itu diabaikan Polresta Kupang.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Yakin Polresta Kupang Segera Tangkap Pelaku dan Dalang Penganiayaan Wartawan Fabi Latuan

“Simpatisan Jeriko tidak akan turun hari ini, kalau saja pihak Kepolisian mau berkoordinasi baik dengan Satgas Covid-19 Kota Kupang dan Partai Demokrat agar kegiatan ini tidak dilaksanakan, kalau begini kan yang rugi masyarakat Kota Kupang,” imbuhnya.

Herison mengungkapkan, bahwa Kota Kupang saat ini ada pada PPKM Level III, sehingga kegiatan yang melibatkan banyak orang  (kerumunan) seharusnya tidak dilaksanakan. “Sesuai instruksi Kementrian No.14 tahun 2022 Pasal 3 huruf O  jelas dikatakan disana  bahwa ketika  Covid ada pada level III, maka kegiatan seminar atau apapun harus dihentikan sementara, jelas itu bahkan ada Perwali dan himbauan satgas” tegasnya lagi.

Pelaksanaan kegiatan Partai Demokrat tersebut, kata Herison, semata-mata hanya untuk memenuhi atau memuaskan kepentingan petinggi Partai Demokrat asal NTT yakni Beni Kabur Harman ( BKH) dan Anita Gah, tanpa mempedulikan masyarakat Kota Kupang yang sementara berjuang melawan pandemi Covid-19.

Sementara itu, Jonathan Gah dalam orasinya, menuntut Ketua Umum Partai Demokrat  Agus Hari Murti Yudhoyono ( AHY), agar mengklarifikasi dan menjelaskan mengapa Leonardus Lelo yang ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat NT. Padahal, berdasarkan hasil Musyawarah Daerah Partai Demokrat NTT Jeriko unggul atas Leo (12 vs 11).

Baca Juga :  Muscab Demokrat di NTT Bakal Dikawal Ketat Simpatisan Jeriko

“Kami minta AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat menjelaskan kenapa angka 12 bisa kalah dari 11,” tegas Jonathan Gah.

Seperti  disaksikan wartawan media ini, selain simpatisan Jeriko, aksi ini juga diikuti oleh sejumlah aliansi mahasiswa peduli  Demokrasi di Kota Kupang.

Aksi tersebut dikawal dan diamankan ratusan anggota Aparat Polresta Kupang. Mereka ditempatkan di  kedua pintu masuk dan di depan halaman hotel Seissbell Kristal Kota Kupang.

  • Bagikan