Gubernur NTT Dinilai Cemen Untuk Minta Kejati NTT Selesaikan Kasus MTN Rp 50 Milyar

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG – KORANTIMOR.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dinilai (dikritik, red) cemen alias tidak punya nyali untuk meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru, Hutama Wisnu menyelesaikan/menuntaskan kasus kerugian Bank NTT Rp 60,5 Milyar akibat pembelian medium term note (MTN) Rp 50 Milyar oleh Bank NTT pada PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP). Padahal, kasus MTN Rp 50 Milyar dan deretan kasus dugaan korupsi di Bank NTT merupakan masalah serius yang berkaitan langsung dengan tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda) untuk minta intervensi serius Kejati NTT.

Demikian disampaikan kelompok pegiat anti korupsi yang tergabung dalam Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK), dan Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT melalui rilis tertulis yang diterima tim media ini pada Kamis (10/03/2022), menyoroti audiensi Gubernur VBL dengan Kajati NTT, Hutama Wisnu di ruang kerja Gubernur NTT pada Senin (7/3/2022) lalu.

“Kami menilai bahwa VBL tidak punya nyali untuk meminta secara tegas dan serius kepada Kepala Kejaksaan Tinggi NTT yang baru, Bapak Hutama Wisnu agar segera mempercepat penyelesaian kasus MTN Rp 50 Milyar dan kasus dugaan fraud di Bank NTT. Ironis memang,” tulis Ketua GRAK, Yohanes Hegon Kelen Kedati.

Ketua GRAK, Yohanes Hegon Kelen Kedati

Menurut Hegon Kelen Kedati, permintaan Gubernur VBL di hadapan Kajati NTT terkesan hanya mementingkan simpati publik terkait kasus pembunuhan Astrid dan Lael. Namun Gubernur VBL lupa minta hal utama yang berkaitan langsung dengan salah satu tanggungjawab Pemda NTT yaitu penyelesaian kasus dugaan korupsi di bank NTT (MTN Rp 50 Milyar, Kredit Fiktif PT. Budimas Rp 130 Milyar, Kredit Macet Bank NTT Cabang Surabaya Rp 126,5 Milyar, dll, red).

Sumber: Rilis
  • Bagikan