Mendagri dan Gubernur VBL Dilaporkan ke Ombudsman Terkait Pemilihan Wabub Ende

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA – KORANTIMOR.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dilaporkan organisasi Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) dan Angkatan Muda Ende ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) terkait dugaan maladministrasi dalam dalam Pemilihan, Penetapan Hasil Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pelantikan Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede atau Erik Rede.

Demikian disampaikan Ketua BENTARA, Florensius Sumarlin Bato dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini via pesan WhatsApp/WA pada Senin (07/03/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) untuk Ende sebuah Ormas Advokasi untuk Demokrasi dan Penegakan Hukum di Indonesia secara resmi melaporkan, Mendagri, Tito Karnavian, Dirjen OTDA; Akmal Malik, Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat,  Bupati Ende, H. Djafar Ahmad, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, Panitia Pemilihan Wakil Bupati Ende dan ERIKOS E. REDE, ke OMBUDSMAN RI atas dugaan melakukan MALADMINISTRASI dalam Pemilihan, Penetapan Hasil Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pelantikan Wakil Bupati Ende, ERIKOS EMANUEL REDE,” tulis Florensius.

Baca Juga :  Kadis Dinkes NTT Larang Wartawan Masuk ke Gudang Farmasi

Menurut Ketua BENTARA, Mendagri dan Gubernur NTT bersama pihak terkait proses pemilihan hingga pelantikan Wabub Ende dilaporkan ke OMBUDSMAN RI, karena diduga melalukan pelanggaran hukum dan Administrasi dalam proses pemilihan hingga pelantikan Wakil Bupati Ende.

“Yang klimaksnya, ketika Mendagri keluarkan Surat Keputusan (SK) Mendagri Nomor 132.53-67 Tahun 2022, tanggal 19/1/2022 Tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Ende, Provinsi NTT, Sdr. Erikos Emanuel Rede,” sebutnya.

  • Bagikan