Kejagung Diminta Proses Pidana Jaksa Kundrat Mantolas dan Mantan Kejati NTT

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

JAKARTA – KORANTIMOR.COM – Organisasi pegiat anti korupsi yang terdiri dari Aliansi Masyarakat Madani Nasional (AMMAN) FLOBAMORA, Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK) dan Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) memproses pidana mantan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kundrat Mantolas (KM), S.H.,MH terkait kasus pemerasan dan/atau suap terhadap/oleh Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) yang di OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Satgas 53 Kejagung pada Desember 2021 lalu. Tiga organisasi tersebut juga meminta Kejagung turut memeriksa (memproses hukum, red) mantan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S.H., MH karena diduga telah mengetahui, tetapi sengaja membiarkan KM melakukan pemerasan terhadap HT (dan membiarkan KM disuap HT, red). Mantan Kajati Yulianto bahkan diduga turut menerima aliran uang yang mengalir dari kontraktor HT ke jaksa KM.

Demikian disampaikan ketiga organisasi pegiat anti korupsi tersebut dalam Surat Terbuka mereka kepada Anggota Komisi III DPR RI, Beni Kabur Harman (BKH) dan Artheria Dahlan (AD) tertanggal 27 Februari 2022, yang diterima tim media ini pada Senin (28/02/2022).

“Tindakan penyuapan dan pemerasan yang dilakukan oleh (Mantan) Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT, Kundrat Mantolas SH,.MH tidak mungkin tidak diketahui oleh mantan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Yulianto, SH,.MH. Bahkan kami menduga bahwa Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Yulianto, SH,.MH ikut menikmati “hasil” pemerasan dan penyuapan yang dilakukan oleh (Mantan) Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi NTT, Kundrat Mantolas,” tulis organisasi pegiat anti korupsi.

  • Bagikan