LPA NTT Desak Polres TTU Tangkap dan Tahan Pelaku Pemerkosaan Anak di Desa Neopesu-Miomafo Barat

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KUPANG – KORANTIMOR.COM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk segera menetapkan MN (50) tersangka, menangkap dan menahan pelaku pencabulan dan pemerkosaan MKB (13), anak bawah umur di Desa Neopesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU.

Demikian disampaikan Ketua LPA NTT, Veronika Ata, SH, M.Hum melalui pesan WhatsApp/WA kepada tim media ini pada Sabtu (26/02/2022), menanggapi kasus pemerkosaan anak di desa Neopesu, Miomaffo-TTU.

Swipe up untuk membaca artikel

“LPA NTT mendesak agar Pihak Polres TTU dapat menetapkan tersangka, menangkap dan menahan pelaku (MN). Selain pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya, hal yang penting adalah memberi perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban,” tulisnya.

Menurutnya, secara hukum, MN seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres TTU berdasarkan bukti awal yang sudah ada. Alat bukti dimaksud antara lain: keterangan korban MKB bahwa MN adalah pelaku dan yang telah diakui MN dalam keterangannya serta hasil visum et repertum Rumah Sakit Umum (RSU) Kefamenanu.

Baca Juga :  Karo Humas Sesalkan Kejadian DW Minta Uang ke Bupati Bawa Nama Gubernur NTT

“Jika sudah ada bukti permulaan yang cukup, mestinya pelaku segera ditangkap dan ditahan (Polres TTU, red) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Ketua LPA NTT itu mengubgkapkan, bahwa tidak ada alasan bagi penyidik PPA Reskrim Polres TTU untuk menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan MKB (13), sebagaimana informasi yang diperoleh ET (40), ibu kandung korban MKB dari Penyidik PPA Reskrim Polres TTU, Bripka Siska Karuniawati saat ditemui ET di Kefamenanu pada tanggal 8 Januari 2022, karena alasan ada dugaan keterlibatan pelaku lain dan orangnya telah meninggal dunia (berita korantimor.com 23/02/2022).

Sumber: LPA
  • Bagikan